Wagubsu Dukung Festival Trio Batak

784 0
8FESTIVAL TRIO BATAK. Wagubsu tengku Erry Nuradi menerima perwakilan panitia Festival Trio Batak di ruang kerjanya lantai 9, kantor Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Jl. Diponegoro Medan, Rabu (9/10/2013). Festival tersebut tidak sekadar mencari penyanyi muda berbakat, tetapi lebih dari itu yakni melestarikan budaya Batak dari sisi kesenian, olah vocal dan bahasa. Photo by Surya

 

   MEDAN. Budaya adalah jatidiri bangsa. Bangsa yang tidak mampu melestarikan budaya akan tercabut dari akar sejarah dan akan menjadi negara yang tidak memiliki warna. Ia akan terpengaruh dengan budaya lain dan kehilangan jatidiri.

Hal ini disebutkan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Ir. H. tengku Erry Nuradi saat menerima perwakilan panitia Festival Trio Batak di ruang kerjanya lantai 9, kantor Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Jl. Diponegoro Medan, Rabu (9/10/2013).

   Hadir Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Festival Trio Batak Andry Silalahi selaku Event Manajer Chris Willjoe Event Organizer & Entertainment, Dirut CV Chris Willjoe Event Organizer & Entertainment Oberlin Tambun, Bendahara Herbert Napitupulu, Sekretaris Panitia Ashadi, Koordinator Bidang Acara Berlin dan Ikshan. Sementara Wagubsu Tengku Erri didampingi Sekretaris Dinas Pariwisata Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut Avon Syffrullah, staff Badan Kesbangpolimas dan staff Kadis Kominfo.

Tengku Erry menyatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut sangat mendukung rencana kegiatan Festival Trio Batak yang akan digelar pada awal Januari 2014 mendatang. Kegiatan tersebut tidak hanya menampilkan trio yang melantunkan lagu yang telah populer ditelinga masyarakat, tetapi juga lagu Batak ciptaan terbaru.

“Dengan adanya festival ini, para peserta setidaknya termotivasi untuk menciptakan lagu baru. Dengan begitu, khazanah lagu Batak akan tumbuh dan berkembang. Saya melihat lagu Batak mulai tenggelam dibandingkan lagu dari daerah lain seperti jenis coplo dan lain sebagainya,” ujar Erry.

Erry juga mengatakan, manfaat utama dari Festival Trio Batak tidak sekadar mencari penyanyi muda berbakat, tetapi lebih dari itu yakni melestarikan budaya Batak dari sisi kesenian dan bahasa. Pelestarian merupakan salah satu upaya efektif dalam menjaga budaya agar tidak dicaplok pihak lain.

“Indonesia jangan sampai kecolongan lagi. Apa yang kita miliki saat ini layak kita jaga sebaik mungkin. Baik itu budaya, adat istiadat, tradisi dan segala hal yang menjadi ciri suatu daerah tertentu di Indonesia. Khusus di Sumut, ada suku Batak yang memiliki budaya khas. Festival ini salah satu cara untuk melestarikan kesenian asli daerah Sumatera Utara,” sebut Erry.

Lebih lanjut Erry berharap, tidak hanya Batak, tiap suku yang ada di Sumut juga menggelar kegiatan serupa agar ragam kesenian terus hidup ditengah maraknya kesenian dari luar negeri yang kini menjadi trend ditengah masyarakat.

“Kepada panitia, saya berharap agar professional dalam melaksanakan kegiatan nantinya agar gaungnya tidak hanya di tingkat Sumatera Utara tetapi juga menasional bahkan mendunia,” harap Erry.

Sementara Event Manajer Chris Willjoe Event Organizer & Entertainment, Andry Silalahi mengatakan, gagasan Festival Trio Batak muncul karena melihat besarnya potensi dan bakat seni yang ada di Sumut khusus bidang olah vocal dan tarik suara.

“Orang Batak memang terkenal jago dalam olah vocal. Sayang jika potensi itu tidak kita gali lebih serius untuk mencari bibit penyanyi muda berbakat. Kegiatan ini juga sekalian melestarikan budaya lokal bidang seni vocal,” terang Silalahi.

Ada beberapa tahapan dalam festival. Salah satunya audisi peserta. Kegiatan audisi akan dilakukan di Kota Pematang Siantar dan Medan pada awal Januari 2014 mendatang. Sedangkan cara final akan digelar di Medan.

“Kesuksesan Festival Trio Batak nantinya menjadi acuan untuk menggelar kegiatan yang lebih besar lagi di tingkat nasional,” jelas Silalahi. (fik)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *