Wagubsu: 3 Makna Berkurban

636 0

56dab2b3675237b0ba79395c67ee9ae4_LKURBAN. Wagubsu Tengku Erry Nuradi dan keluarga menyaksikan penyembelihan sapi kurban di halaman Mesjid Daarul Azhar Jadid, Komplek Perumahan Villa Gading Mas, Jl. Marendal Medan, Selasa (15/10/2013). Photo by Surya

     MEDAN. Ibadah kurban memiliki tiga makna utama bagi umat Islam yang digelar pada Idul Adha. Makna pertama adalah mendekatkan diri kepada Allah, kedua adalah mengajarkan saling berbagi kepada sesama dan ketiga menguji keikhlasan sekaligus menjauhkan diri dari sifat tamak.

     Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Ir. H. Tengku Erry Nuradi M.Si usai menyaksikan penyembelihan sapi kurban di halaman Mesjid Daarul Azhar Jadid, Komplek Perumahan Villa Gading Mas, Jl. Bajak 2, Marendal Medan, Selasa (15/10/2013).
Kurban bermula dari kisah Nabi Ibrahim yang diperintahkan Allah menyembelih anaknya, Ismail melalui mimpi. Dengan perasaan resah, Nabi Ibrahim kemudian menceritakan mimpi kepada isterinya. Isteri Nabi Ibrahim ikhlas demi mendekatkan diri kepada Allah. Saat ingin menyembelih Ismail, Allah mengganti Ismail dengan hewan kurban. Kurban tersebut menguji keikhlasan Nabi Ibrahim.

     Erry menjelaskan secara sederhana, dari keteguhan dan ketabahan hati Nabi Ibrahim, umat Islam dapat menarik tiga makna berkurban. Pertama, kurban bermaksa mendekatkan diri kepada Allah. Dengan berkurban  manusia menyerahkan segalanya kepada Sang Khaliq dengan kesunggguhan. Seperti halnya Nabi Ibrahim yang mengikhlaskan Ismail, putra paling dicintainya untuk dikurbankan. Ini merupakan bentuk penyerahan dirinya kepada Allah.

     Kedua, dengan berkurban manusia diajarkan untuk berbagi kepada mukmin lain yang kurang mampu. Allah mempunyai alasan untuk memerintahkan manusia berkurban. Dengan adanya kurban kaum muslim yang kurang mampu ikut merasakan indahnya Islam.

     Ketiga, dengan berkurban keikhlasan manusia diuji dari sifat rakus dan tamak akan harta benda yang disenangi saat dunia. Kurban berarti menyerahkan apa yang kita cintai dan kita sayangi dalam bentuk harta yang kita miliki.

     Dalam kesempatan tersebut, Erry juga menghimbau panitia kurban untuk tidak menggunakan wadah plastik kresek hitam untuk menghindari daging kurban terkontaminasi dampak zat kimia berbahaya.

      “Kita mendapat plastik kresek hitam sebagian didaur ulang dari bahan limbah. Kurang sehat sebagai wadah pembungkus kurban. Sebaiknya gunakan plastik putih yang bening untuk membungkus daging,” saran Erry.

     Sementara pantia kurban Mesjid Daarul Azhar Jadid, H. Diurnawan mengatakan, hewan kurban yang disembelih sebanyak 20 ekor sapi dan 3 ekor domba dengan jumlah warga yang berkurban sebanyak 143 orang. Lima diantaranya Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Ir. H. Tengku Erry Nuradi, M.Si dan isteri Hj. Evi Diana Nuradi Sitorus dan ketiga anak Tengku Muhammad Ryan Novandi (21), Tengku Vira Annisa (15) dan Tengku Muhammad Rivi Riadhi (13).

     Daging kurban dibagikan kepada 1.500 warga kurang mampu di Kelurahan Harjosari 2, Kecamatan Medan Amplas menggunakan kupon yang telah dibagikan.

     “Tetapi tidak sedikit masyarakat yang tidak memiliki kupon datang ke lokasi penyembelihan. Semampu panitia diakomodir,” ujar Diurnawan. (fik)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *