Wagubsu Ajak Lawan Korupsi

330 0
SEAPAC. Perwakilan negara Asia Tenggara yang tergabung dalam SEAPAC berphoto bersama usai pembukaan siding umum di Hotel Aryaduta Medan, Rabu (23/10/2013). Photo by Surya
SEAPAC. Perwakilan negara Asia Tenggara yang tergabung dalam SEAPAC berphoto bersama usai pembukaan siding umum di Hotel Aryaduta Medan, Rabu (23/10/2013). Photo by Surya

MEDAN. Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu), Ir. H. Tengku Erry Nuradi, M.Si mengajak semua pihak untuk saling dukung melawan korupsi. Perlawan tidak hanya ditingkatan  pejabat pemerintah, namun juga harus melibatkan legislatif dan masyarakat.

Ajakan ini disampaikan Wagubsu Tengku Erry dalam Sidang Umum  South East Asia Parliamentarians Against Corruption (SEAPAC) yang berlangsung di Hotel Aryaduta, Jl. Maulana Lubis Medan, Rabu (23/10/2013). Sidang umum SEAPAC sendiri dibuka  Ketua SEAPAC Marzuki Ali yang juga sebagai Ketua DPR RI. Dalam kesempatan tersebut, Tengku Erry menegaskan, pejabat pemerintah harus  mengedepankan transparansi, bersih dan ankuntable dalam menjalankan roda pemerintahan, tidak terkecuali  di tubuh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut).

“Mari sama-sama tanamkan tekad untuk tidak melakukan korupsi. Ingatkan saudara kita dan orang-orang dilingkungan kita untuk tidak melakukan tindak korupsi. Dengan begitu, kita secara bersama-sama menyelamatkan negara dari kehancuran akibat dampak korupsi,” sebut Erry. Sementara Ketua SEAPAC, Marzuki Alie mengatakan, dalam upaya pemberantasan tindak korupsi di Indonesia masih mengalami kendala terutama dalam hal koordinasi antarkelembagaan. Sejumlah negara di Asia Tenggara juga mengalami kendala yang hampir sama.

“Dengan adanya kerjasama antar anggota SEAPAC di Asia Tenggara, kita semua berharap dapat memerangi tindak korupsi. Harapan selanjutnya, Asia Tenggara bebas korupsi,” sebut Marzuki. SEAPEC menurut Marzuki juga akan menjadi wadah berbagi informasi antar sesame anggota untuk mencari solusi, saling memberi informasi, ide, termasuk terobosan baru dalam upaya pemberantasan korupsi di negara masing-masing.

“Pertama adalah komitmen memberantas korupsi di negara masing-masing. Kemudian akan ada diskusi untuk memunculkan ide baru tentang strategi membatasi korupsi lintas negara,” tambah Marzuki.Marzuki tidak menampik, praktik dan modus tindak korupsi semakin canggih. Bahkan  hasil korupsi sengaja disimpan di negara lain untuk menyulitkan penegak hukum melakukan pengusutan.

“Disinilah pentingnya SEAPAC karena membangun komitmen memberantas korupsi,” sebut Marzuki. Sidang Umum SEAPAC berlangsung selama dua hari sejak 23 hingga 24 Kktober 2013 di Hotel Aryaduta Medan. Hadir perwakilan lembaga-lembaga antikorupsi dari berbagai negara Asia Tenggara seperti Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam termasuk Indonesia Pertemuan ini digelar secara berkala tiap setahun sekali.(fik)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *