Menpar: Buah Lokal Sumut Berpotensi Tarik Minat Wisatawan

224 0
FESTIVAL BUAH. Menpar Arief Yahya, Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, anggota DPR RI asal Sumut Sofyan Tan dan pantia KIMT berfoto bersama dalam acara Festival Buah Nusantara dan Pameran Pariwisata yang merupakan rangkaian Konfrensi Internasional Marga Tionghoa (KIMT) Sedunia ke 23 yang berlangsung di Wisma Benteng, Jl Maulana Lubis Medan, Sabtu (31/10/2015).
FESTIVAL BUAH. Menpar Arief Yahya, Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, anggota DPR RI asal Sumut Sofyan Tan dan pantia KIMT berfoto bersama dalam acara Festival Buah Nusantara dan Pameran Pariwisata yang merupakan rangkaian Konfrensi Internasional Marga Tionghoa (KIMT) Sedunia ke 23 yang berlangsung di Wisma Benteng, Jl Maulana Lubis Medan, Sabtu (31/10/2015).

MEDAN. Menteri Pariwisata Arief Yahya optimis buah lokal menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara untuk mengunjungi Sumatera Utara (Sumut). Bisnis makanan berkontribusi mencapai 19,33 persen dari total penghasilan industri pariwisata.

Optimisme tersebut disampaikan Menpar Arief dalam ac ara Festival Buah Nusantara dan Pameran Pariwisata yang merupakan rangkaian Konfrensi Internasional Marga Tionghoa (KIMT) Sedunia ke 23 yang berlangsung di Wisma Benteng, Jl Maulana Lubis Medan, Sabtu (31/10/2015).

Hadir dalam acara pembukaan anggota DPR RI asal Sumut, dr Sofyan Tan, Deputi Keimigrasian Ronnie F Sompie, pengurus asosiasi wisata, pengelola perhotelan dan undangan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Arief menyatakan, pemilihan Kota Medan sebagai tempat pelaksanaan KIMT bermanfaat ganda, selain mengeratkan silaturahmi, juga sekaligus sebagai ajang promosi pariwisata Sumut, terutama hasil pertanian berupa buah-buahan.

“Festival Buah dan Pameran Pariwisata yang menjadi bagian dari Konfrensi Internasional Marga Tionghoa ke 23 di Medan, diharapkan mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan dalam negeri dan luar negeri datang ke Sumut,” ujar Arief.

Arief mengatakan, Sumut memiliki peluang menjadi pasar buah dan sentra kuliner di Indonesia. Potensi tersebut harus mendapat respon dari seluruh pihak, tidak hanya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, tetapi juga pelaku bisnis pariwisata, biro perjalanan dan pihak perhotelan.

Buah-buahan yang dikemas menjadi produk kuliner memiliki peran sangat penting dalam industri pariwisata. Bisnis makanan memberi kontribusi 19,33 persen dari total penghasilan industri pariwisata, khususnya konsumen dari wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia. Makan dan minum merupakan pengeluaran terbesar kedua setalah akomodasi yang kontribusinya mencapai 38,48 dari total pengeluaran wisatawan mancanegara.

“Mari kita promosi buah lokal untuk mendorong tingkat kunjungan wisata agar petani buah di seluruh Indonesia semakin sejahtera,” ajak Arief.

Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumut Ir H Tengku Erry Nuradi MSi menyatakan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Sumut sebagai tuan rumah KIMT Sedunia ke 23. Kegiatan tersebut menjadi promosi efektif dalam mendorong Sumut sebagai tujuan wisata kelas dunia.

“Pemerintah Provinsi terus berpacu dalam mendorong tumbuhnya industry pariwisata dan bisnis makanan di Sumut. Untuk itu, pelaku dunia pariwisata harus memanfaatkan peluang ini sebaik mungkin,” ujar Erry.

Erry juga mengatakan, dalam upaya mengembangkan bisnis pariwisata, Pemprov Sumut juga mengedepankan perbaikan infrastruktur, sarana dan prasarana untuk mempermudah wisatawan menuju lokasi wisata di Sumut.

“Pemerintah Provinsi akan berusaha menyiapkan sarana jalan, perijinan dan lain sebagainya untuk mengembangkan bisnis pariwisata di Sumut,” sebut Erry.

Kegiatan KIMT berlangsung di dua tempat. Selain di Wisma Benteng, juga berlangsung di Medan International Convention Centre (MICC) Ringroad, Jl Gagak Hitam Medan. (fik/ucup)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *