Plt Gubernur Sumut Resmikan Angkutan Massal Bus Trans Mebidang

312 0
OPERASIKAN ANGKUTAN MASSAL. Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi memotong pita menandai pengoperasian BRT Trans Mebidang sebagai angkutan massal. Pelepasan berlansung dari halaman kantor Gubernur Sumut, Kamis (5/11/2015).
OPERASIKAN ANGKUTAN MASSAL. Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi memotong pita menandai pengoperasian BRT Trans Mebidang sebagai angkutan massal. Pelepasan berlansung dari halaman kantor Gubernur Sumut, Kamis (5/11/2015).

MEDAN. Guna melayani kebutuhan transportasi angkutan umum, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengoperasikan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Mebidang (Medan-Binjai-Deli Serdang). BRT juga sekaligus sebagai salah satu upaya dalam menekan kemacetan arus lalu-lintas.

Pengoperasian BRT Trans Mebidang ditandai dengan uji coba dan pelepasan bus BRT Trans Mebidang dari halaman kantor Gubernur Sumut, Kamis (5/11/2015).

Dalam kesempatan tersebut, Tengku Erry Nuradi mengatakan, tahap awal BRT Trans Mebidang beroperasi sebanyak 30 armada, melayani panumpang koridor Medan-Lubuk Pakam dan Medan-Binjai.

“Bus ini sumbangan dari Kementerian Perhubungan dan dioperasikan oleh Perum Damri Kantor Cabang Medan. Ini angkutan massal yang diharapkan dapat mengurangi tingkat kemacetan arus lalu-lintas. Bagi masyarakat yang selama ini menggunakan mobil, kita harapkan menggunakan BRT Trans Mebidang. Fasilitasnya sangat nyaman dan lebih ekonomis jika dibandingkan dengan menggunakan mobil pribadi,” ujar Erry.

Erry juga mengatakan, pengoperasian BRT Trans Mebidang juga salah satu upaya menyahuti melonjaknya kebutuhan transportasi akibat meningkatnya populasi penduduk dan perkembangan wilayah di kawasan Medan, Deliserdang, Binjai dan Karo.

“Satu sisi, pertumbuhan penduduk memberikan dampak positif bagi perkembangan wilayah pinggiran. Namun sisi lain, kondisi ini menuntut tersedianya sarana transportasi seiring pertumbuhan populasi penduduk dan pengembangan wilayah pemukiman,” ujar Erry.

Potensi komuter di kawasan Mebidang mencapai lebih dari 600 ribu orang tiap hari. Sebanyak 56,6% diantaranya mengunakan sepeda motor, 19,3% mobil pribadi dan sisanya 20,6% lagi pengguna angkutan umum.

“Layaknya, pengguna angkutan umum lebih besar. Kita sedang berupaya untuk menyiapkan sarana angkutan massal mencapai 32% pada tahun 2019 mendatang.

“Tanggungjawab itu tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada pihak swasta. Untuk itu, Pemerintah Provinsi terus berupaya meminta dukungan pemrintah pusat dalam menyiapkan angkutan massal, sarana pendukung seperti halte, teknologi informasi dan dana operasional,” sebut Erry.

BRT Trans Mebidang_2_WEB_2Sementara Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Sumut Anthony Siahaan mengatakan, untuk sementara BRT Trans Mebidang masih melayani dua rute dua yakni Medan-Lubuk Pakam dan Medan-Binjai.

“Total armada yang tersedia saat ini masih 30 bus. Selanjutnya, kita terus mengembangkan tujuh koridor lainnya agar segera beroperasi. Keseluruhan koridor nantinya akan membentuk jaringan pelayanan angkutan massal yang bisa mengurangi kemacetan,” jelas Anthony.

Secara rinci, BRT Trans Mebidang yang termasuk dalam koridor satu (Medan-Lubuk Pakam) akan berangkat dari Pusat Pasar (Jl Sambu), Jalan Asia, Jalan Pandu, Jalan Sisingamangara, Jalan Medan, Tanjung Morawa, dan Terminal Lubuk Pakam. Ongkos koridor satu Medan-Lubuk Pakam akan dikenakan Rp 7 ribu (jauh dekat).

“Bus akan kembali dari Terminal Lubuk Pakam, Jalan Sisingamangaraj, Jalan Rahmadsyah, Jalan Sutomo, Jalan MT Haryono dan Pusat Pasar.

Untuk koridor kedua (Medan-Binjai) akan melintasi rute dimulai dari Terminal Binjai, Jalan Medan, Binjai, Jalan Gatot Subroto, Jalan Kapten Maulana Lubis, Jalan Raden Saleh, Jalan Balai Kota, Jalan Bukit Barisan, Jalan Stasiun KA, Jalan MT Haryono dan Pusat Pasar.

Sedangkan rute kembali melintasi Pusat Pasar, Jalan Sutomo, Jalan Prof M Yamin, Jalan Putri Hijau, Jalan Guru Patimpus, Jalan Gatot Subroto, Jalan Medan, Binjai, dan Terminal Binjai.Koridor Medan-Binjai. Ongkos jauh dekat dikenakan Rp 6 ribu perorang.

Guna mendukung BRT Trans Mebidang, telah tersedia halte sebanyak 12 unit di Deliserdang, 8 unit di Binjai dan 18 unit di Kota Medan, baik pembangunan yang baru maupun revitalisasi yang lama.

“Seiring pengoperasian, kita akan melakukan pemantauan guna memastikan sarana pendukung berfungsi dengan baik. Jika butuh halte baru, kita akan tambah. Tergantung hasil evaluasi nantinya,” papar Anthony. (fik/ucup)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *