Dato’ Seri Syamsul Arifin Terpilih Kembali Menjadi Ketua Umum PB MABMI

2123 0
PUKUL GONG. Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi di damping Ketum PB-MABMI Dato’ Seri Syamsul Arifin memukul gong dalam acara Mubes ke X PB-MABMI yang berlangsung di Hotel Madani Medan, Minggu (15/11/2015).
PUKUL GONG. Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi di damping Ketum PB-MABMI Dato’ Seri Syamsul Arifin memukul gong dalam acara Mubes ke X PB-MABMI yang berlangsung di Hotel Madani Medan, Minggu (15/11/2015).

MEDAN. H Syamsul Arifin SE gelar Dato’ Seri Lelawangsa secara aklamasi terpilih kembali menjadi Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (PB MABMI) masa bakti 2015-2020. Pemilihan merupakan hasil Musyawarah Besar (Mubes) ke X PB-MABMI yang berlangsung di Hotel Madani Medan, Minggu (15/11/2015).

Mubes sempat berlangsung alot saat pembahasan Tata Tertib membahas syarat calon Ketum PB-MABMI. Steering Commite (SC) akhirnya melempar tiga opsi yakni; syarat Ketum harus pernah menjadi Pengurus Besar (PB) dua periode, opsi kedua syarat Ketum harus pernah menjadi pengurus PB, Pengurus Wilayah/PW (Provinsi) Pengurus Daerah/PD (Kabupaten/Kota) minimal 2 tahun dan opsi ketiga syarat Ketum harus pernah menjadi pengurus PB minimal satu periode.

Kemudian dilakukan voting. Dari 25 hak suara, 15 suara memilih opsi pertama yakni syarat Ketum harus pernah menjadi Pengurus Besar (PB) dua periode, Kemudian opsi kedua sebanyak 9 suara dan opsi ketiga 0. Sebanyak 2 suara abstain (Ikatan Keluarga Deli). Berdasarkan hasil voting, Pimpinan Sidang Paripurna I, Badlun Alkholidi, kemudian mengesahkan opsi pertama menjadi persyaratan calon Ketum.

Kemudian selanjutnya Sidang Paripurna II dan seterusnya. Dari seluruh Pengurus Daerah (PD) MABMI, 3 PD yakni PD MABMI Batubara, Siantar/Simalungun dan Binjai tidak lagi menghadiri sidang.

Sidang paripurna yang membahas Laporan Pertanggungjawaban (LPj) PB-MABMI masa bakti 2010-2015, seluruh peserta menerima LPJ sepenuhnya dan mendukung kembali Syamsul Arifin memimpin PB MABMI untuk lima tahun ke depan.

Pada sidang paripurna 4 yang dipimpin H Syafruddin Basyir akhirnya Dato’ Seri H Syamsul Arifin dinyatakan sah terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum PB MABMI masa bakti 2015-2020. Selanjutnya Syamsul Arifin diamanahkan menyusun kepengurusan PB MABMI didampingi 4 orang dari unsur PB, PD MABMI Kabupaten/Kota.

Mubes PB-MABMI ke X_3Ketua PD MABMI Medan, Safwan Khayat menyatakan, pelaksanaan Mubes PB-MABMI ke X berlangsung demokratis dan konstitusional, meski sebelumnya PD MABMI Medan mengusulkan agar syarat calon Ketum bisa dari pengurus PB, PW dan PD MABMI.

“Siapa bilang cacat hukum. Memang ada perbedaan pendapat soal syarat ketua umum, tapi perbedaan pendapat tersebut sudah diakomodir dalam sidang dengan 3 opsi. Setelah voting, maka opsi pertama yang berlaku disahkan. Jadi, kita mesti menerima hasil voting tersebut,” ujar Safwan.

Sementara Ketua PB MABMI terpilih, Dato’ Syamsul Arifin menyatakan terima kasih kepada seluruh peserta Mubes yang telah mempercayainya kembali memimpin PB-MABMI periode 2015-2020.

“Mubes berjalan demokratis, tertib dan damai. Perbedaan pandangan, pemikiran, pendapat yang mengemuka di forum Mubes merupakan dinamika yang mesti terus dibangun sebagai wujud kedewasaan berdemokrasi demi kemajuan dan kebesaran MABMI ke depan,” ujar Dato’ Syamsul.

Syamsul menambahkan, jika ada perdebatan, perbedaan pendapat, layaknya diselesaikan di forum resmi Mubes denagn secara santun dan beretika.

“Tidak berkoar-koar diluar sana. Kita harus konsisten, tetap gelak dan tidak lagak,” sebut Syamsul.

Mubes PB-MABMI ke X_5Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumut Ir H Tengku Erry Nuradi MSi dalam acara pembukaan berharap Mubes PB-MABMI mampu merancang program kerja yang mengangkat kearifan lokal dalam rangka memajukan masyarakat Melayu dan masyarakat Sumut.

“Kita bangga banyak tokoh nasional seperti Taufik Kiemas, Hatta Rajasa, Jimly Assiddiqie, Aburizal Bakri dari resam Melayu. Tokoh-tokoh ini layak kita jadikan inspirasi dalam mendorong Melayu lebih maju di masa mendatang,” ujar Erry.

Mubes PB-MABMI ke X juga menghasilkan 13 rekomendasi secara internal dan eksternal. Rekomendasi Internal diantaranya MABMI tidak melibatkan organisasi diseluruh tingkatan kepengurusan pada kegiatan politik praktis khusus Pilpres, Pileg, Pilkada dan Pilkades. Selain itu, MABMI akan membantu organisasi Melayu dalam memperjuangkan hak-hak adat dan MABMI akan membentuk lembaga lembaga otonom sesuai kebutuhan.

Sedangkan Rekomendasi Eksternal diantaranya meminta kepada pemerintah/pemerintah daerah memasukkan sejarah, adat, seni budaya pada pelajaran muatan lokal tingkat SD, SMP dan SMA di wilayah budaya Melayu, MABMI meminta kepada pemerintah untuk dapat merealisasikan pendistribusian tanah seluas 450 ha sebagai penghargaan kepada masyarakat Melayu yang bukan merupakan kompensasi tanah adat, MABMI meminta kepada pemerintah daerah menghidupkan budaya kearifan lokal khususnya mewajibkan pemakaian busana kedaerahan masing masing minimal satu hari dalam seminggu baik di pemerintahan maupun swasta.

Selain itu, MABMI meminta kepada pemerintah agar membuka akses pembangunan pada kantong kemiskinan khususnya di wilayah Melayu, MABMI meminta kepada pemerintah untuk melakukan pembangunan padat karya sehingga terbuka lapangan pekerjaan di wilayah masyarakat resam Melayu; MABMI meminta kepada pemerintah untuk membuat rute transportasi laut berupa “waterbus” dari Tamiang Provinsi Aceh sampai Tanjung Ledong, Labuhanbatu Utara (Labura). (fik/ucup)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *