Plt Gubernur Sumut: Guru Ujung Tombak Pembentukan SDM Handal

416 0
TERIMA PIAGAM REKOR MURI. Plt Gubernur t Sumut Tengku Erry Nuradi, Bupati Langkat Ngongesa Sitepu, Kadis Pendidikan Langkat H Sujarno dan sejumlah pemerkasa lainnya berfoto bersama usai menerima piagam penghargaan Rekor MURI dari Manager Muri Sri Widayati dalam acara Peringatan Hari Guru Nasional sekaligus Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-70 tingkat Sumut di Alun-alun Tengku Amir Hamzah, Stabat, Langkat, Rabu (25/11/2015).
TERIMA PIAGAM REKOR MURI. Plt Gubernur t Sumut Tengku Erry Nuradi, Bupati Langkat Ngongesa Sitepu, Kadis Pendidikan Langkat H Sujarno dan sejumlah pemerkasa lainnya berfoto bersama usai menerima piagam penghargaan Rekor MURI dari Manager Muri Sri Widayati dalam acara Peringatan Hari Guru Nasional sekaligus Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-70 tingkat Sumut di Alun-alun Tengku Amir Hamzah, Stabat, Langkat, Rabu (25/11/2015).

STABAT. Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Ir H Tengku Erry Nuradi MSi menyatakan apresiasi terhadap peran guru sebagai ujung tombak pembentukan Sumber Daya Manusia (SDM) handal generasi muda penerus bangsa.

Apresiasi tersebut dikemukan Tengku Erry Nuradi dalam acara Peringatan Hari Guru Nasional sekaligus Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-70 tingkat Sumut di Alun-alun Tengku Amir Hamzah, Stabat, Langkat, Rabu (25/11/2015).

Hadir dalam acara itu Manager MURI Sri Widayati, perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumut, Bupati/Walikota se-Sumut, Sultan Langkat T Azwar Azis Abdul Zalil Rahmadsyah, tokoh Melayu Langkat Prof DR H Johar Arifin MSi, Bupati Langkat H. Ngogesa Sitepu SH, Wakil Bupati Langkat H. Sulistianto, Unsur Forkopimda Langkat, jajaran SKPD Pemkab Langkat, Ketua TP PKK Sumut Evi Diana Erry, Pengurus TP PKK Langkat, ratusan guru se Kabupaten Langkat dan seribuan pelajar dan undangan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Erry menegaskan, tantangan yang akan dihadapi bangsa Indonesia di masa mendatang akan meningkat seiring tingginya persaingan dalam menguasai dunia, baik sain, teknologi, industri dan perekonomian. Tidak hanya itu, manusia dituntut cerdas menyesuaikan diri dengan perubahan iklim, cuaca dan usia bumi yang kian tua.

“Tujuan utama tiap negara adalah kesejahteraan. Berbagai cara dilakukan untuk mencapai tujuan, termasuk mengembangkan teknologi yang mungkin saat ini belum terfikirkan. Tetapi pada masanya nanti, manusia akan mampu mengembangkan terobosan baru berbagai hal agar dapat bertahan hidup,” jelas Erry.

Hari Guru NasionalErry mencontohkan, Jepang adalah salah satu negara maju di dunia. Nagasakhi dan Hirosima sempat porak-poranda dihantam bom atom, namun Jepang mampu bangkit menguasai sejumlah lini, termasuk teknologi dan kemajuan dunia industri, meski tidak lagi menjadi negara super power dalam angkatan bersenjata.

“Saat itu dua kota besar di Jepang di bom. Kaisar Hirohito bertanya, berapa guru yang tersisa? Kaisar tidak bertanya berapa jenderal perang yang masih hidup. Kaisar yakin, guru memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi muda penerus bangsa Jepang di masa mendatang,” sebut Erry.

Belajar dari pengalaman Jepang, Erry berpesan kepada para guru untuk sepenuh hati menyiapkan SDM berkualitas sebagai bekal bangsa menuju Indonesia gemilang di masa yang akan datang.

“Kita memiliki waktu sekitar 25 tahun lagi untuk menyiapkan gerasi muda sebelum Indonesia memasuki abad kemerdekaan 100 tahun. Indonesia harus menjadi negara kuat di dunia,” harap Erry.

Erry juga berpesan kepada para guru untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi agar dapat menjalankan fungsinya sebagai tenaga pendidik profesional dan memiliki multi talenta.

“Bagi guru yang belum sertifikasi, segera bekali diri dengan berbagai keahlian agar mampu membekali ilmu bermanfaat kepada anak didik,” dorong saran Erry.

Tidak lupa Erry berpesan kepada para siswa untuk giat belajar, disiplin, memiliki kemauan keras, jujur dan menanamkan adab serta etika sejak dini. Hal yang tidak boleh dilupakan generasi muda adalah rasa nasionalisme dan rasa memiliki (sense of belonging) bangsa Indonesia sebagai negara besar dan berdaulat.

“Tanamkan tekad dalam diri masing-masing untuk berperan memajukan bangsa dan negara. Untuk itu, perlu disiplin dan kemauan keras dalam menuntut ilmu. Tanamkan integritas dan kejujuran, karena dua hal itu menjadi syarat mutlak untuk sukses,” pesan Erry.

Hari Guru Nasional1Sementara Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu SH juga menyatakan apresiasi atas dedikasi seluruh guru di Langkat yang telah mengabdikan diri dalam bidang pendidikan.

“Saya mengajak seluruh guru di Langkat untuk terus berjuang semaksimal mungkin, berbhakti dan berkarya bagi bangsa, agar peningkatan pendidikan di Langkat semakin maju dan lebih baik lagi,” harap Ngongesa.

Dalam rangkaian Peringatan Hari Guru Nasional sekaligus Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-70 tingkat Sumut di Langkat, Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi juga menyerahkan penghargaan dan bantuan kepada sejumlah guru karena telah mengabdi di daerah terpencil dan penghargaan kepada Guru yang sudah memasuki masa pensiun.

Pecahkan Rekor MURI

Dalam kegiatan yang sama, MURI memberikan penghargaan atas rekor Pemerkasa dan Pembuat Tepak Sirih Melayu Terbesar juga pembuatan Tepak Sirih Terbanyak sejumlah 1000 tepak serta para pelajar menggelar tarian dengan membawa 1000 tepak sirih.

Dalam kesempatan itu, Manager Muri Sri Widayati menyerahkan piagam penghargaan Rekor Muri kepada beberapa tokoh pemerkasa yakni Plt Gubernur Sumut Tengku Ery Nuradi, Bupati Langkat Ngogesa Sitepu dan Kadis Pendidikan Langkat H Sujarno.

“Semoga, prestasi ini dapat menjadikan penyemangat bagi guru dan pelajar di Langkat, guru sebagai garda terdepan kemajuan Indonesia dan pelajar sebagai generasi penerus bangsa yang nanti berperan besar dalam pembangunan Indonesia” ujar Sri. (fik/ucup)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *