Plt Gubernur Sumut Ajak Kabupaten/Kota Sinergis Capai 5 Besar Nasional Entaskan Buta Aksara

922 0
LEPASKAN BURUNG MERPATI. Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi didampingi Wakil Bupati Deliserdang Zainuddin Mars, Ketua TP PKK Sumut Evi Diana Erry dan Kadis Pendidikan Sumut Masri melepaskan burung merpati sebagai lambang semangat pengentasan buta aksa dan menekan angka kebodohan di Sumut.
LEPASKAN BURUNG MERPATI. Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi didampingi Wakil Bupati Deliserdang Zainuddin Mars, Ketua TP PKK Sumut Evi Diana Erry dan Kadis Pendidikan Sumut Masri melepaskan burung merpati sebagai lambang semangat pengentasan buta aksa dan menekan angka kebodohan di Sumut.

LUBUK PAKAM. Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Ir H Tengku Erry Nuradi MSi mengajak 33 Kabupaten/Kota di Sumut bersinergi mengentaskan buta aksara. Sinergitas dan komitmen yang kuat diyakini akan menempatkan Sumut masuk urutan 5 terbaik nasional dalam pengentasan buta aksara tahun 2017 mendatang.

Ajakan tersebut disampaikan Tengku Erry Nuradi dalam acara Peringatan Hari Aksara Internasional ke 50 Tingkat Sumut yang berlangsung di Alun-alun Lapangan Baharoeddin Lubuk Pakam, Deliserdang, Kamis (26/11/2015).

Hadir dalam acara tersebut Kepala BIN Daerah (Kabinda) Sumut Brigjen TNI Tumino Hadi, jajaran FKPD Sumut, Ketua TP PKK Sumut Evi Diana Erry, Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Sumut Masri SE, Wakil Bupati Deliserdang H Zainuddin Mars, Pj Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir H Alwin Sitorus MSi, Ketua DPRD Deliserdang Ricky Prananda, Kapolres Deliserdang AKBP Edy Fariadi, Dandim 02/04 Letkol Handryan, Ketua Pengadilan Negeri Lubuk Pakam dan jajaran SKPD Deliserdang lainnya.

Dalam kesempatan itu, Erry mengatakan, tahun 2015 Sumut menempati urutan 8 besar terbaik nasional dalam pengentasan buta aksara dengan persentase buta aksara hanya 2,78 persen. Angka ini jauh lebih baik dari nasional yang masih di angka 3,94 persen.

“Saya berharap Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota yang ada di Sumut untuk terus melakukan berbagai upaya agar angka buta aksara aksara di Sumut menurun dari tahu ke tahun. Jika kita bersinergis, saya yakin Sumut akan menempati urutan 5 besar pengentasan buta aksara secara nasional,” ajak Erry.

Dalam sambutan Menteri Pendidikan Anies Baswedan, Erry mengatakan, Indonesia banyak mengalami kemajuan dalam mengentaskan buta aksara sejak kemerdekaan di proklamirkan tahun 1945.

SERAHKAN HADIAH. Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi didampingi Wakil Bupati Deliserdang Zainuddin Mars, Ketua TP PKK Sumut Evi Diana Erry dan Kadis Pendidikan Sumut Masri menyerahkan penghargaan kepada para pemenang dalam acara Peringatan Hari Aksara Internasional ke 50 Tingkat Sumut yang berlangsung di Alun-alun Lapangan Baharoeddin Lubuk Pakam, Deliserdang, Kamis (26/11/2015).
SERAHKAN HADIAH. Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi didampingi Wakil Bupati Deliserdang Zainuddin Mars, Ketua TP PKK Sumut Evi Diana Erry dan Kadis Pendidikan Sumut Masri menyerahkan penghargaan kepada para pemenang dalam acara Peringatan Hari Aksara Internasional ke 50 Tingkat Sumut yang berlangsung di Alun-alun Lapangan Baharoeddin Lubuk Pakam, Deliserdang, Kamis (26/11/2015).

“Saat Proklamasi Kemerdekaan dikumandangkan, hampir 90 persen penduduk Indonesia tidak bisa menulis namanya sendiri. Para pendidi Republik Indonesia bercita-cita melawan ketidakterdidikan,” sebut Erry.

Bahkan ikhtiar melawan buta aksara juga dikumandangkan tokoh pendidikan Ki Hajardewantara, sastrawan Buya Hamka dan Taufik Ismail. Namun cita-cita mengentaskan buta aksara belum terwujud secara merata di seluruh pelosok tanah air hingga saat ini.

Penduduk Indonesia belum melek aksara. Tahun 2010, penduduk Indonesia usia 15-59 tahun yang melek aksara hanya mencapai 95,21 persen. Kemudian meningkat tahun 2014 menjadi 96,3 persen.

“Pada tahun 2015, pemerintah berupaya mengutangi jumlah penduduk buta aksara menjadi kurang dari 5 persen dari 5,9 juta orang yang belum mampu mengeja dan namanya sendiri. Hingga saat ini, sebanyak 8 provinsi di Indonesia yang memiliki penduduk buta aksara diatas 5 persen,” papar Erry.

Berangkat dari cita-cita mengentaskan buta aksara, Erry juga mengimbau masyarakat untuk membudayakan kebiasaan membaca dan menulis. Tantangan di masa globalisasi menuntut masyarakat meningkatkan komptensi diantaranya dengan menguasai 3 bahasa.

“Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi nasional sebagai pemersatu bangsa, bahasa internasional sebagai media komunikasi komunitas global dan bahasa daerah berguna melestarikan ragam kultur daerah,” jelas Erry.

Sementara Kadis Pendidikan Sumut H Masri SE mengatakan, tahun 2015 Nias Selatan telah keluar dari 10 besar angka buta aksara tertinggi secara nasional.

“Ini perkembangan yang menggembirakan. Angka buta aksara di Nias Selatan berkurang dan tidak lagi termasuk 10 besar buta aksara tertinggi di Indonesia,” sebut Masri.

Selaku Ketua Panitia, Masri mengatakan, Peringatan Hari Aksara Internasional ke 50 Tingkat Sumut diikuti 28 Kabupaten/Kota di Sumut dan dimeriahkan berbagai kegiatan lomba diantaranya pemilihan stand terbaik, pentas seni pendidikan, lomba karya tulis dan lomba menulis surat kepada Gubernur Sumut.

Wakil Bupati Deliserdang, H Zainuddin Mars mengatakan, Pemkab Deliserdang berkomitmen memberantas buta aksara secara terus-menerus. Salah satunya dengan meningkatkan mutu dan kualitas belajar mengajar dan transformasi ilmu dalam upaya mencerdaskan masyarakat.

Peringatan Hari Aksara Internasional_2

“Alhamdulillah, tahun 2015, Deliserdang memperoleh Anugerah Aksara Madya dari Bapak Presiden Joko Widodo pada 24 Oktober lalu atas prestasi menurunkan angka buta aksara hingga 0,2 persen dari sekitar 2 juta penduduk Delisedrdang,” ucap Zainuddin.

Dalam kesempatan itu, Zainuddin juga mengucapkan selamat datang kepada delegasi Kabupaten/Kota yang ikut memeriahkan bazar dan pameran dalam rangka Peringatan Hari Aksara Internasional ke 50 Tingkat Sumut yang dipusatkan di Deliserdang.

Penutupan Peringatan Hari Aksara Internasional ke 50 Tingkat Sumut di Deliserdang ditandai dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba dan pelepasan burung merpati sebagai lambang semangat pengentasan buta aksa dan menekan angka kebodohan di Sumut. (fik/ucup)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *