Mendikbud Buka Konferensi Nasional PGRI Di Medan, Gubsu Erry Titip Isu Guru Honor

424 0

MEDAN (tengkuerrynuradi.com) : Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) HT Erry Nuradi mempunyai harapan khusus agar Konferensi Kerja Nasional IV Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) membahas isu guru honor.

Konferensi yang dibuka Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendi di Hotel Adi Mulia Medan, Sabtu (28/1/2017), Gubsu Erry menitip pesan agar persoalan penggajian guru honor di sekolah negeri SMA yang tidak tertampung pendanaannya dapat dicarikan solusi.

“Kami sangat berharap isu guru honor menjadi bagian penting untuk didiskusikan dalam forum Konferensi Kerja Nasional ini, sekaligus memberi masukan kepada pemerintah yang kelak menjadi kebijakan yang berpihak membawa solusi di dunia pendidikan nasional,” kata Erry.

Pembukaan Konferensi Kerja Nasional – IV PGRI diikuti lebih dari 1.000 anggota PGRI dari 34 provinsi se Indonesia. Hadir Plt Ketua Umum PB PGRI DR Unifa Rosyidi, Ketua PGRI Sumut Drs Abdurahman, Kepala Dinas Pendidikan Sumut DR Arsyad Lubis dan lainnya.

Seperti diketahui, Pemerintah sudah mengamanahkan pengelolaan pendidikan di berbagai tingkatan sesuai UU 23 tahun 2014, sehingga pemerintah provinsi memiliki kewenangan mengelola jenjang pendidikan menengah.

Dalam pelaksanaannya, pengalihan kewenangan masih miliki beberapa masalah. Dikatakan Gubsu, ternyata gaji guru PNS yang dipindahkan ke provinsi dananya masih kurang. “DAU kab/ kota tidak berkurang padahal tanggungjawab bergeser ke provinsi. Saya dapat info untuk Jawa Tengah, gaji PNS di sana kurangnya mencapai Rp800 miliar, hanya cukup untuk 6 bulan, sedangkan di Sumut kurang Rp300 miliar. Kami sudah sampaikan langsung ke Menkeu, insha Allah akan tambah dalam P-APBN,” katanya.

Di sisi lain, berdasarkan Peraturan Badan Kepegawaian Negara nomor 1 tahun 2016 tentang Pengalihan Personil Jabatan Fungsional dan Tenaga Kependidikan dari kab/kota ke Provinsi ditegaskan bahwa yang dialihkan adalah PNS daerah, tidak termasuk guru non PNS/ guru honor.

“Isu yang mengemuka saat ini, yakni pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan non PNS atau tenaga honor di sekolah negeri, persoalan ini bukan hanya dihadapi Provinsi Sumatera Utara saja,” kata Erry.

Namun demikian Pemerintah Provinsi sedang berupaya mencari solusi alternatif penyelesaiannya untuk menjaga proses belajar mengajar tetap berjalan kondusif. “Kita sudah melakukan koordinasi dan pendekatan baik ke pemerintah pusat maupun ke pemerintah daerah serta masyarakat, terutama mendiskusikan aspek pemenuhan kesejahteraan pendidik dan tenaga pendidik non PNS di sekolah negeri,” jelasnya.

Sementara, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendi meminta PGRI agar lebih fokus pada peningkatan kualitas guru. “Diminta atau tidak diminta PGRI harus berada diatas kepentingan guru di indonesia, harus menempatkan diri sebagai organisasi yang paling tua dan dituakan,” katanya.

Dia berharap, berharap kemitraan dan kerjasama PGRI dan Kemendikbud terus dikuatkan. Menurutnya, saat ini yang menjadi target utama adalah memberi kepercayaan kepada guru.

“Saya sangat tersinggung kalau ada pernyataan pejabat yang nadanya itu tdak percaya guru. Memang kalau tidak percaya guru selesailah sudah pendidikan kita. Memang Mendikbud bias mengajar sendiri murid?” ujarnya.

Menurutnya, Kemendikbud sudah sejalan dengan PGRI terutama kebijakan ujian berstandar nasional yang spiritnya mengembalikan kepercayaan pada guru. “Guru harus merancang, melaksanakan dan mengevaluasi. Dialah yang punya kualitas menentukan anak sudah waktunya tamat atau belum,” katanya.(suef/haslan)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *