Seminar Kilometer Nol Perabadan Islam, Gubsu Erry: Gali Masuknya Islam Nusantara Di Barus

875 0

MEDAN (tengkuerrynuradi.com) : Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi menyebutkan, Seminar Nasional Peradaban Islam di Nusantara dan Kilometer Nol di Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara sangat bermanfaat dalam upaya menggali pertama kali masuknya Islam di Nusantara.

Hal itu dikatakan Gubsu Erry ketika membuka Seminar Nasional Peradaban Islam di Nusantara dan Kilometer Nol di BarusTapanuli Tengah (Tapteng) di Gedung Rektorat Universitas Negeri Medan (Unimed), Sabtu (8/4/2017).

Hadir Kakanwil Kemeg Sumut Tohar Bayoangin, Pembantu Rektor Unimed, narasumber Prof Usman Pelly, Dr phil Ichwan Azhari (Unimed), Prof Rusmin Tumanggor (UIN Jakarta), Dr Husaini Ibrahim MA (Unsyiah), Shohibul AS (UMSU), dan Erry Soedewo (Balai Arkeologi Medan).

Dalam kesempatan itu, Gubsu Erry menyebutkan, seminar ini juga memiliki makna strategis khususnya dalam menggali tentang peradaban Islam di Nusantara khususnya mengenai masuknya Islam di daerah Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara.

“Untuk itu saya minta kepada narasumber agar benar-benar memanfaatkan pertemuan ini semaksimal mungkin sebagai upaya untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan dalam menyikapi kekayaan peradaban Islam dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban. Peradaban patut memainkan peran pentingnya terhadap perkembangan global yang diperani oleh negara-negara maju,”ujar Erry.

Disisi lain, lanjut Erry, pelaksanaan seminar kali ini guna menunjukkan adanya perhatian yang serius dari Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial (Pussis) dan Jam’iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) yang menghadirkan para narasumber dari berbagai perguruan tinggi dan berbagai bidang ilmu yang kaitannya sangat erat dengan peradaban dan kesejarahan.

“Saya sangat berharap, mudah-mudahan seminar ini dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan peradaban Islam nusantara ditengah-tengah kemajuan global yang begitu cepat berubah dan ada kalanya tidak sesuai dengan nilai-nilai keimanan masyarakat Islam di tanah air,” tandas Erry. (suef/haslan)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *