Alumni IPDN Sumut Siap Dukung Kebijakan Gubernur Erry Nuradi

434 0

MEDAN (tengkuerrynuradi.com) : Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi menghadiri pelantikan pengurus Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Sumut periode 2017-2020 di Aula Martabe kantor Gubsu di Medan, Kamis (20/07/2017) malam.

Ketua Umum DPN IKAPTK Reydonnyzar Moenek melantik IKAPTK Sumut yang diketuai Arsyad Lubis. Pengurus IKAPTK ini merupakan alumni praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Dalam kesempatan itu, Ketua terpilih Arsyad Lubis mengatakan, IKAPTK Sumut siap mendukung kebijakan Pemprovsu, dibawah kepemimpinan Gubsu HT Erry Nuradi. “Kami juga berpesan kepada para bupati/walikota agar dapat memberdayakan para alumni dari Pendidikan Tinggi Kepamonganprajaan yang ada di daerah masing-masing. Sehingga dapat mendukung setiap program pemerintahan, pembangunan maupun kemasyarakatan,” ucap Arsyad.

Pelantikan juga dihadiri Pamong Senior/sesepuh IKAPTK RE Nainggolan, Kasim Siyo, para anggota dan para perwakilan bupati/walikota se-Sumut.

Reydonnyzar Moenek dalam kesempatan itu menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya pada Gubsu Tengku Erry Nuradi yang bersedia hadir dalam acara itu, untuk memberikan dorongan dan motivasi kepada para pengurus baru DPP IKAPTK Sumut.

“Institut Pemerintahan Dalam Negeri yang disingkat IPDN saat ini memiliki 9 kampus, yang terdiri dari 7 ribu praja dan 50 ribu alumni tersebar di di seluruh Indonesia, dan dimana IPDN sekarang juga sudah mampu mencetak S2 dan S3 (stara Doktor) untuk ilmu pemerintahan. Adapun kampus IPDN itu antara lain berada di Cilandak, Baso (Sumbar), Kaltim, Sulut, Sulsel, Papua dan NTT. Kedepan, IPDN juga akan dibuka di daerah, antara lain di Rokan Hilir, Riau dan Pekanbaru,” katanya.

Saat ini, kata dia, 58 persen Camat tidak memiliki latarbelakang ilmu pemerintahan. Makanya Mendagri mengagas membentuk profesi kepamongprajaan bagi aparat pemerintah yang tidak memiliki ilmu pemerintahan.

Mereka akan didik selama 9 bulan di IPDN. “Kami berharap, peran alumni IPDN, khususnya pengurus DPP IKAPTK Sumut yang baru dilantik dapat memberikan sumbangsih pemikiran sebagai abdi masyarakat dan abdi negara di Sumut,” paparnya.

Dia mengatakan, saat ini tugas pejabat negara adalah memberikan pelayanan kepada rakyat, bukan lagi dilayani masyarakat. “IPDN tidak ada lagi yang namanya kekerasan dan demikian juga dalam penerimaan calon praja baru sudah transparan. Setiap penerimaan calon praja baru, kami selalu diawasi KPK. Namun dengan dasar itu juga KPK memberikan penghargaan dan apresiasi kepada kami. Jika ada praja yang melanggar aturan kami juga memberi peringatan dan bahkan sampai pemecatan. Ini dilakukan agar IPDN dapat mencetak alumni-alumni yang handal dan dapat melayani masyarakat dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Gubsu HT Erry Nuradi menyampaikan selamat kepada pengurus baru DPP IKAPTK Sumut. Peran alumni IPDN atau yang tergabung dalam DPP IKAPTK Sumut sangat penting dalam pemerintah. Karena keberhasilan pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan di Sumut tidak terlepas dari peran serta para anggota organisasi IKAPTK.

“Sebagai organisasi IKAPTK dan memiliki anggota yang tersebar di seluruh Indonesia dengan jabatan dan tugas tertentu, bahkan ada terpilih menjadi kepala daerah. Ini tentu sangat banyak membantu kemajuan bangsa ini. Memahami latarbelakang ilmu yang dimiliki oleh para alumni IPDN, khususnya yang tergabung di IKAPTK, kami menaruh harapan bahwa DPP IKAPTK Sumut dapat berbuat lebih banyak dalam penyelenggaraan pemerintahan yang kompleks sekarang ini di Sumut,” kata Erry.

Karenanya, DPP IKAPTK Sumut harus memiliki konsep integritas kebangsaan, dan harus megambil peran dalam hal percepatan terwujudnya pembangunan di daerah. “Kami sebagai pejabat publik yang dipilih oleh rakyat, jika dibandingkan ilmu pemerintahannya dengan para alumni IPDN, tentu pasti jauh lebih baik dari tamatan IPDN. Namun sebagai pamong yang baik, harus bisa memberikan penjelasan dan pengertian kepada para pejabat publik yang dipilih oleh rakyat. Jangan menjadi “yes man”, jangan menjadi ABS (Asal Bapak Senang). Ini justru membahayakan pemimpinnya dari hasil pilihan rakyat,” ucap Erry.

Erry juga berpesan kepada para alumni IPDN, agar menjaga dan mengingatkan pimpinannya dari berbagai aturan yang ada, sesuai ilmu pemerintahan yang dia dapatkan di IPDN. “Jangan menjadi “yes men” saja. Sampaikan apa yang boleh, dan apa yang tidak boleh. Jika itu tidak saudara-saudara lakukan, maka anda-anda ikut menjerumuskan pimpinan saudara. Tapi saat ini di Pemprovsu, itu menjadi pegangan kami, termasuk saya saat menjadi orang baru di pemerintahan sejak 10 tahun lalu di Sergai,” katanya.

Untuk itu, dia berharap kepada para pamong, baik yang baru tamat maupun yang senior harus bisa memberikan sesuatu yang berdasarkan aturan. Apalagi aturan selalu berubah-ubah dan banyak peraturan baru tentang pemerintahan yang sangat signifian saat ini berubah, khususnya di bidang pendidikan dan lainnya.

“Kami sangat berterimakasih kepada peran IKAPTK Sumut selama ini, dengan perannya, pemerintahan di Sumut dapat berjalan baik dan sesuai dengan relnya, dan tentunya juga diharapkan dengan peran IKAPTK Sumut, Pemprovsu akan menjadi pemerintahan yang lebih baik lagi di masa mendatang,” demikian Erry Nuradi. (suef/haslan)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *