Tengku Erry: Bukan Zamannya Lagi Sarjana Menjadi Pencari Kerja, Tapi Menjadi Entrepreneur Sejati

938 0

MEDAN (tengkuerrynuradi.com) : Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi membuka pelatihan kewirausahaan pemuda dan Rakernas HIPMI Perguruan Tinggi, BPP HIPMI 2017 di gedung Digital Library, Unimed Jalan Williem Iskandar Medan, Sabtu (22/07/2017).

Acara ini dihadiri Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid dan anggota DPR RI Tifatul Sembiring. Dua tokoh nasional ini merupakan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Hadir juga disitu Rektor HIPMI PT Said Aldi Al Idrus, mewakil Rektor Unimed Abdul Hamid, mahasiswa peserta pelantihan dan anggota HIPMI PT serta undangan.

Dalam kesempatan itu, Gubsu mendorong para mahasiswa yang kelak lulus menjadi sarjana untuk membuka lapangan pekerjaan atau menjadi entrepreneur bukan sebagai pencari kerja. ‘’Kita harus bisa menciptakan lapangan pekerjaan,’’ cetus Erry.

Gubsu juga mengatakan, bukan zamannya lagi saat ini para sarjana menjadi pencari kerja, tapi menjadi entrepreneur sejati. Karena tak hanya lapangan pekerjaan semakin sedikit, tidak sebanding dengan para sarjana yang setiap tahunnya bisa mencapai ratusan bahkan ribuan yang lulusan dari perguruaan tinggi.

“Perlu diketahui bahwa Presiden dan Wakilnya merupakan seorang entrepreuner sejati, maka kemajuan satu negara dikarenakan jumlah entrepreneur sangat banyak misalnya di Singapura jumlah entrepreneur berkisar 70 persen dibandingkan Indonesia yang hanya 2 persen,” ucap Erry.

Oleh karena itu, Gubsu Erry menyambut baik Rakernas yang dirangkai dengan pelatihan kewirausahaan pemuda ini. Ini sangat baik sebagai sarana untuk menciptakan pengusaha dan pemimpin muda yang tangguh dengan menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan di kalangan pemuda dan mahasiswa guna meningkatkan perekonomian daerah.

Mengapa pemuda, karena kapasitas pemuda dapat dikembangkan sebagai penentu masa depan bangsa. “Peran pemuda dapat diandalkan sebagai agen perubahan (agent of change) kontrol sosial dan kekuatan moral,” ujar Erry.

Selain itu, berdasarkan data BPS bahwa jumlah pemuda Indonesia mencapai 62,4 juta orang atau 25 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Itu semua merupakan aset sekaligus kekuatan sosial ekonomi yang luar biasa.

Di samping itu, pengembangan kewirausahaan ini penting dalam rangka menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan. “Dengan berwirausaha berarti tidak bergantung pada pekerjaan di sektor formal tetapi justru mampu menciptakan lapangan kerja bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat di lingkungan sekitar. Sehingga tingkat pengangguran, khususnya di Sumut yang sampai saat ini jumlahnya masih cukup banyak berangsur-angsur berkurang dan kegiatan usaha ekonomi di Sumut bisa semakin kokoh dan berdaya saing tinggi,” jelas Erry yang pernah menjadi Ketua HIPMI Sumut tahun 2001 ini.

Lebih lanjut, dengan adanya program HIPMI Go Kampus, Gubsu mengaku bangga terhadap HIPMI yang telah membina pengusaha muda sejak dini.

Hal senada juga dikatakan Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid. Dia mengatakan bahwa baik itu pengusaha maupun pemimpin (entrepreneur) juga mendapat dukungan dari lembaga DPR, karena mampu menjadi atau mewujudkan ekonomi Indonesia lebih baik tidak tergantung dengan negara lain.

Selain itu, para entrepreneur kata Hidayat harus dilengkapi dengan 4 pilar negara yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 45, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. ‘’Alasannya saat ini banyak dari entrepreneur yang sudah melupakan 4 pilar kebangsaan,’’ demikian Hidayat Nur Wahid. (suef/haslan)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *