Erry Bangga Wushu Sumut

270 0

MEDAN (tengkuerrynuradi.com) : Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi bangga terhadap wushu Sumut yang telah mengukir sejumlah prestasi tidak hanya mengharumkan nama daerah, tapi nama bangsa dan negara.

“Kita bangga terhadap wushu Sumut. Cabang olahraga ini tidak hanya mengharumkan Sumut, tapi juga Indonesia di pentas internasional,” ujar Erry saat membuka Kejurda Wushu Piala Gubernur Sumut di Gedung Yayasan Pendidikan Cinta Budaya Jalan Pancing (Kompleks MMTC) Medan Estate, Sabtu (19/8/2017).

Capain prestasi ini, sebut Erry, tidak terlepas dari binaan dan pengorbanan tokoh Wushu Nasional Master Supandi Kusuma.

Pada PON XIX 2016, Wushu menjadi cabor (cabang olahraga) penyumbang medali terbanyak bagi Sumut yakni 9 medali emas, 8 perak dan 4 perunggu.

Hasil di PON XIX ini memperpanjang dominasi Sumut sebagai juara umum cabor wushu sejak PON XVI 2004 di Palembang.

Di tingkat internasional, atlet -atlet Sumut tetap mendominasi dan menyumbangkan medali emas bagi Indonesia baik di kegiatan multi even seperti SEA Games dan Asian Games maupun kejuaraan dunia dan lainnya.

Capaian prestasi tersebut tidak terlepas dari peran tokoh Wushu Nasional Master Supandi Kusuma. Karenanya, kita patut memberi apresiasi terhadap Master Supandi, penyandang gelar DAN VIII Wushu Internasional tersebut.

“Perhatian terhadap wushu cukup besar. Ia tidak hanya mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran dalam membina wushu tapi juga materi. Karenanya Sumut bangga memilik Master Supandi Kusuma,” ucap Erry.

Berbicara di hadapan Master Supandi Kusuma, Kadispora Sumut Baharuddin Siagian, Kabid Sport Science dan Iptek KONI Sumut Dr Budi Valianto, Wakil Ketua Yayasan Pendidikan Cinta Budaya Heryanto, Ketua Yayasan Kusuma Wushu Indonesia Heriyanto dan Pengcab Pengcab WI se-Sumut, Gubsu Erry lebih lanjut menegaskan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara komit ingin memajukan olahraga di provinsi ini.

Denyut olahraga di Sumut, harus lebih terasa. Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan menggelar Kejurda Piala Gubsu.

Karenanya kepada pimpinan induk-induk organisasi cabang olahraga, Erry berpesan agar lebih giat melakukan pembinaan guna melahirkan atlet yang dapat tampil di tingkat provinsi, nasional bahkan internasional.

“Saya juga berharap Kejurda Wushu 2017 mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang nantinya menjadi andalan Sumut, sehingga nama besar provinsi ini di cabor wushu tetap terjaga,” ujar Erry.

Kabid Sport Science dan Iptek KONI Sumut Budi Valianto dalam kesempatan tersebut meminta atlet tampil sportif. Dia juga meminta para atlet turut mendukung penelitian untuk membuat rancangan program peningkatan prestasi.

Sebelumnya, Ketua Panpel melalui Wakil Ketua Rahman Situmeang melaporkan, Kejurda diikuti 132 atlet dari 10 Pengkab dan Pengkot serta PPLP.

Kejurda mempertandingkan Kelompok Yunior dan Senior putra putri. Adapun Kelas yang dipertandingkan, Yunior Putra: Kelas 45 Kg (eksebisi/seleksi Popnas), 48 Kg, 52 Kg, 56 Kg, 60 Kg, 65 Kg, 70 Kg dan 75 Kg. Yunior Putri; Kelas 45 Kg (eksebisi/seleksi Popnas), 48 Kg, 52 Kg dan 56 Kg. Senior Putra; 48 Kg, 52 Kg, 56 Kg, 60 Kg, 65 Kg, 70 Kg dan 75 Kg.Senior Putri; 48 Kg, 52 Kg, 56 Kg dan 60 Kg.

Sekum Pengprov WI Sumut Darsen Song membenarkan, Kejurda Wushu 2017 memiliki arti penting, karena even ini dijadikan sebagai sarana seleksi persiapan Sumut menghadapi Kejurnas Wushu Yunior dan Senior 2017.

“Kejurda ini juga dijadikan sebaga ajang seleksi untuk rekrutmen pesanda pelajar Sumut menghadapi Popnas di Semarang September mendatang,” tambahnya. (suef/haslan)

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *