Erry Serahkan Bantuan Ternak, Kementan Apresiasi Sumut Dorong Populasi Sapi Dan Kerbau

688 0

MEDAN (tengkuerrynuradi.com) : Menteri Pertanian melalui Direktorat Jendral (Dirjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan mengapresiasi upaya-upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam mendorong peningkatan populasi sapi dan kerbau.

Hal ini dikatakan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita dalam sambutannya yang dibacakan Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Fini Mufiani saat penyerahan bantuan ternak Pemprov Sumut oleh Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi kepada Kelompok Tani Ternak di Hotel Soechi Medan, Selasa (19/9/2017).

Kementerian Pertanian berharap Provinsi Sumut menjadi salah satu daerah di luar pulau Jawa yang berkontribusi besar dalam kesuksesan Indonesia memenuhi target swasembada daging sapi pada 2026 mendatang.

Dikatakan I Ketut Diarmita beberapa upaya yang dilakukan Pemprov Sumut untuk menambah populasi sapi dan kerbau adalah dukungan melalui program bantuan ternak seperti hari ini.

Oleh karenanya, upaya yang dilakukan Pemprov Sumut atas dukungan DPRD Sumut menambah populasi sapi dan kerbau melalui anggaran APBD Tahun 2017 patut diapresiasi.

Selain itu, Pemprov Sumut juga turut mendorong program pemerintah pusat dalam rangka upaya mitigasi resiko ternak sapi melalui Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS).

Tahun ini, lanjut I Ketut, Kementerian Pertanian menargetkan bantuan premi untuk 120 ribu. Sedangkan yang baru tercover baru mencapai sekitar 73 ribu dan yang sudah mendapat klaim asuransi sebanyak 1127 asuransi.

“Di Sumut telah terbit 3.102 polis. Yang sudah klaim sebanyak 139 asuransi. Pak Dahler ini dibawah kepemimpinan pak Gubsu saya sampaikan Sumut ini merupakan salah satu yang terbesar penyerapan asuransi ini. Atas nama Kementerian Pertanian kami mengucapkan terimakasih. Kami mengharapkan Sumut untuk lebih giat lagi memanfaatkan subsidi ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, dikatakannya, salah satu upaya meningkatkan populasi sapi dan kerbau yang dilakukan pemerintah melalui Kementan adalah upaya khusus (Opsus) Sapi Kerbau Indukan Wajib Bunting (SIWAB) dengan target nasional 4 juta ekor akseptor dan 3 juta wajib bunting. Dari jumlah tersebut Sumut ditargetkan sebanyak 125.900 ekor akseptor dengan jumlah kebuntingan 84.353 ekor.

“Saya laporkan pak Gubernur Kinerja dari Pak Kadis, realisasi berdasarkan data 13 September 2017 untuk inseminasi buatan (IB) sudah mencapai 83.117 ekor atau 66 persen dari yang ditargetkan. Dibandingkan dengan yang diluar Pulau Jawa angka ini cukup menggembirakan. Untuk Kebuntingan 40.417 atau sebesar 48 persen. Sekali selamat kepada Sumut. Kita masih punya waktu sekitar 2 bulan dan lebih harus didorong hingga mencapai 100 persen kalau bisa diatas 100 persen,” ujarnya.

Namun diantara kabar gembira yang disampaikannya, lanjut I Ketut ada hal yang perlu mendapat perhatian dari Provinsi Sumatera Utara yakni mengenai serapan anggaran APBN Tahun 2017 sebesar Rp46,2 miliar yang baru mencapai 22,1 persen.

Begitupun dirinya menyadari betul bahwa keterlambatan penyerapan anggaran ini diakibatkan proses dan mekanisme yang aman dan tertib yang memerlukan perhatian. Begitupun dirinya mengingatkan bahwa hal tersebut harus dipacu mengingat dapat mempengaruhi pergerakan ekonomi. Selain itu, tentunya akan mempengaruhi target kerja yang akhirnya menjadi beban kerja dimasa-masa mendatang.

“Selain Good News ada juga sedikit Bads News. Mari sama-sama kita mempercepat ini. Mohon bimbingan Pak Gubernur agar mendorong perangkat daerahnya sesuai aturan yang berlaku dan bertanggungjawab agar anggaran ini bisa terserap seoptimal mungkin diakhir tahun nanti,” harapnya.

Sementara itu, Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi mengatakan bahwa pihaknya terus berkomitmen mendukung program pemerintah pusat dalam rangka meningkatkan populasi ternak seiring dengan terus meningkatnya permintaan terhadap produk peternakan terutama daging di Sumatera Utara.

Salah satunya dengan kegiatan yang digelar hari ini berupa pemberian bantuan kepada kelompok peternak yang ada di Sumatera Utara yakni 1.196 ekor sapi potong untuk 144 kelompok sapi perah sebanyak 10 ekor untuk 1 kelompok, kerbau sebanyak 264 ekor untuk 32 kelompok, kambing sebanyak 1950 ekor untuk 65 kelompok, babi sebanyak 475 ekor untuk 19 kelompok dan kelinci sebanyak 874 ekor untuk 11 kelompok peternak.

Dengan penyerahan ternak ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi peternak Sumut terutama dalam peningkatan populasi ternak sehingga dapat mengatasi permasalahan kekurangan daging.

Dikatakan Erry, Provinsi Sumut masih sangat memiliki potensi untuk pengembangan ternak sapi karena kebutuhan sapi di Sumut mencapai 200 ribu ekor per tahun. Sementara itu produksi sapi di Sumut baru mencapai 120 ribu ekor per tahun.

“Oleh karena itu, maka melalui bantuan berharap ternak ini bisa reproduksi untuk melahirkan ternak-ternak baru sehingga target kita ke depan jumlah peternak kita akan bertambah dan lebih sejahtera dan pasti kebutuhan akan daging bisa tercukupi.

Apalagi target pemerintah pusat tahun 2026 kita tidak ada lagi impor daging. Selain memberikan bantuan ternak kelompok-kelompok peternak ini juga diberi pelatihan termasuk program inseminasi buatan (IB),” ujar Erry didampingi Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan Provsu Dahler Lubis, Kadis Tanaman Pangan dan Peternakan Azhar, Kadiskanla Jonny Waldi dan anggota Komisi B DPRD Sumut Jhon Togu Damanik.

Gubsu pun berharap bahwa bantuan-bantuan serupa akan lebih banyak lagi dapat digulirkan kepada para kelompok peternak di Sumut pada tahun-tahun mendatang. Dalam kesempatan tersebut Gubsu juga mengatakan akan mendorong agar penyerapan anggaran APBN dibidang perternakan dapat terserap maksimal dan mencapai 100 persen.

“Saya juga memberi tantangan kepada Kementerian Pertanian, kalau anggaran tersebut terserap maksimal saya berharap tahun depan jumlah alokasi anggarannya bisa ditambah lebih besar lagi,”pungkasnya.

Sementara itu, Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan Dahler mengatakan Pemprov Sumut terus mendorong peningkatan populasi sapi kerbau indukan di Provinsi Sumut melalui sejumlah kegiatan diantaranya bimbingan dan pelatihan kegiatan pengembangan budidaya sapi potong dan kerbau, evaluasi kegiatan UPSUS SIWAB Provsu, pengembangan pola kemitraan sapi potong di Sumut, bimbingan teknis kelompok penerima indukan sapi brahman cross.

Percepatan pencapaian target UPSUS SIWAB Sumut, dan memotivasi kelompok ternak dalam mendukung keberhasilan UPSUS SIWAB Sumut. (***)

Editor: suef/haslan

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *