Tengku Erry Ajak Santri Berbenah

464 0

DELI SERDANG (tengkuerrynuradi.com) : Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi menyebutkan momentum Hari Santri Nasional tahun 2017 ini sebagai momentum berbenah, meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Santri untuk menjawab, menghadapi tantangan serta perubahan-perubahan global.

“Mari kita berbenah untuk lebih baik, bukan sekedar tradisi atau kegiatan rutin saja,” ajak Tengku Erry pada acara peringatan Hari Santri Nasional 2017 Tingkat Provinsi Sumatera Utara di Pondok Pesantren Mawaridussalam, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (02/11/2017).

Kehadiran Gubsu Erry disambut ribuan santri dan santriwati dan pengurus pondok pesantren Mawaridussalam dan perwakilan pondok pesantren yang ada di Provinsi Sumatera Utara.

Meskipun peringatan Hari Santri Nasional telah dilaksanakan di Semarang pada tanggal 22 Oktober 2017, namun antusiasme para santri dan santriwati dari seluruh Provinsi Sumatera Utara diakui Gubernur tidak berkurang dalam melaksanakan Hari Santri ini.

”Saya sangat bergembira hari ini karena bisa bertemu dengan kurang lebih 2.000 orang pada kegiatan yang betapa pentingnya bersilaturahmi ini,” ucap Erry.

Hadir juga disitu Plt Kakanwil Kemenag Sumut Tengku Darmansah, Wabup Deli Serdang Zainuddin Mars, FKPD Deli Serdang, Pimpinan Pondok Pesantren Mawaridussalam Syahid Narqum, Kadis Pendidikan Sumut Arsyad Lubis, Kabiro Kesejahteraan Sosial Setdaprovsu M Yusuf, pimpinan pondok pesantren se Sumut, para santri dan santriwati se-Sumatera Utara.

Seperti diketahui bahwa para santri memiliki sorotan dari masyarakat yang berkaitan dengan perilaku dalam kehidupan sehari-hari khususnya perilaku adab sopan santun para santri. Artinya status sebagai seorang santri adalah cerminan bagi masyarakat untuk dapat menjadi contoh bagi masyarakat sebagai pedoman ke arah yang lebih baik.

Oleh karenanya, pada zaman sekarang yang begitu banyak godaan dari berbagai penjuru yang dapat merusak adab dan sopan santun, khususnya generasi muda. “Diharapkan para santri bisa jadi contoh khususnya generasi muda yang ada utamanya yang ada di Sumut dan berani mengatakan bahwa narkoba adalah musuh para Santri,” tegas Tengku Erry seraya menambahkan, santri juga harus menguasai teknologi dan keterampilan lainnya guna dapat bersaing memberikan kontribusi terhadap perbaikan bangsa dan negara.

Selain itu, Hari Santri seharusnya menjadi bagian penting untuk saling berintropeksi diri, berikhtiar, dan memperbaiki hubungan ke sesama manusia serta sang khalik. “Akhirnya tujuan Hari Santri dapat terwujud yakni terjalinnya kehidupan yang religius,” ucap Erry.

Sebelumnya, Pimpinan Pondok Pesantren Mawaridussalam Syahid Narqum mengatakan Ponpes Modren “Mawaridussalam” (sumber-sumber tempat keselamatan, kedamaian dan kebahagiaan dari Allah) berdiri di atas tanah 10, 5 Ha berlokasi di Jalan Peringgan Batangkuis Deli Serdang (dekat Bandara Internasional Kuala Namu/KNIA) benar-benar didirikan beberapa orang dengan niat untuk pendidikan ala pesantren. Hingga saat ini jumlah santri dan dan guru kurang lebih 1.700 orang.

“Kami sangat berterimakasih atas kedatangan Gubernur Sumut dan tamu undangan sekalian. Mudah-mudahan kedatangan para tamu undangan akan memberikan semangat bagi kami semua untuk terus memajukan pondok pesantren ini,” ujarnya.

Acara tersebut menjadi sangat meriah saat Gubsu Erry mengadakan kuis bukan hanya bagi para santri juga kepada para guru-guru pesantren. “Saya beri pertanyaan, yang bisa jawab saya beri hadiah,” tutup Erry. (***)

Editor: suef/haslan

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *