Masyarakat Pantai Labu Terharu Dikunjungi Tengku Erry

328 0

DELI SERDANG (tengkuerrynuradi.com) : Masyarakat Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang terkejut, sekaligus merasa senang dan terharu saat Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi menginjakkan kaki di desa mereka.

Kehadiran orang nomor satu di Sumatera Utara ini bak mimpi bagi masyarakat setempat. Selain lokasi berada di pedalaman, kehadiran Tengku Erry sepertinya membuat masyarakat seakan tak percaya didatangi seorang Gubernur.

Ribuan masyarakat pun menyambut dengan antusias. Mereka tak segan-segan mengajak Tengku Erry berfoto, menanyakan kabar dan memeluk serta berjabat tangan dengan Gubernur. Tengku Erry pun melayani permintaan masyarakatnya dengan senyum ramah.

Kehadiran Gubsu Tengku Erry di Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang dalam rangka membuka turnamen sepakbola Topan Cup, Minggu (19/11/2017).

“Saya sangat bergembira sekali, karena saya tahu begitu banyak agenda Pak Gubernur. Apalagi ada Presiden dan Wakil Presiden datang ke Medan. Tetapi masih sempat datang ke desa kami ini yang berada paling ujung Pantai Labu. Sehingga bagi kami, ini merupakan suatu hal yang menggembirakan bagi kami,” ujar Kepala Desa Binjai Bakung Topan saat menyampaikan sambtuannya dihadapan Gubernur dan seribuan masyarakat yang sudah berkumpul.

Selain merasa bahagia, Topan juga berharap kedatangan Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi itu bukan untuk yang pertama dan terakhir. Dirinya ingin agar masyarakat yang sudah lama ingin melihat langsung pemimpin Sumut itu, bisa kembali bertatap muka pada masa yang akan datang.

“Saya tidak bisa panjang lebar, karena merasa senang. Sebab dari kecil saya belum pernah lihat kedatangan Gubernur ke kampung saya ini. Baru kali ini, saat saya Kepala Desa. Karenanya saya minta jangan cuma sekali ini saja Bapak datang,” harapnya.

Menanggapi hal itu, Gubsu Tengku Erry Nuradi menyampaikan kepada masyarakat bahwa dirinya memang harus berkelilig melihat kondisi masyarakat di 33 kabupaten/kota yang ada.

Karena itu, dirinya mengupayakan bisa hadir menyapa warga, sekalipun beberapa waktu sebelumnya harus menghadiri acara lain bahkan mendampingi Wakil Presiden yang datang ke Sumut.

“Saya mohon maaf jika terlambat hadir, karena memang ada acara penutupan Munas KAHMI yang dihadiri Bapak Wakil Presiden Jusuf Kalla. Setelah itu, kami langsung menuju ke Desa ini untuk menghadiri acara Grand Final Topan Cup,” ujar Gubernur didampingi Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut Ilyas Sitorus dan Kadis Kesehatan Agustama.

Disampaikan Gubernur, kegiatan olahraga seperti sepak bola merupakan satu hal positif bagi masyarakat. Selain dapat menyehatkan juga menjadi sarana atau aktifitas warga khususnya generasi muda untuk membina diri sekaligus menyalurkan hobi, agar tidak mengarah kepada kegaitan negatif seperti narkoba dan penyakit sosial lainnya.

“Pepatah mengatakan mens sana in corpore sano, artinya di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Sehingga kegiatan olahraga yang membuat kita sehat ini, harus bisa menjadi bagian dari aktifitas sehari-hari. Karena itu kami Pemerintah Provinsi menyambut baik acara turnamen olahraga seperti ini dilakukan warga desa dengan bergotng royong,” sebutnya.

Dalam sambutannya, Erry mengingatkan, agar warga desa khususnya pemerintah desa bisa menggunakan anggaran dana desa yang jumlahnya tidak sedikit, untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Sebab hal itu merupakan perhatian pemerintah baik pusat, provinsi maupun kabupaten yang ada di Sumut.

“Semuanya pasti punya karakteristik sendiri, apakah itu pertanian, perkebunan dan pariwisata atau yang lainnya. Jadi dengan anggaran yang sekarang ini sudah dikucurkan langsung untuk membangun desa, harus digunakan sebenar-benarnya untuk kepentingan seluruh masyarakat. Ini saya ingatkan kepada Kepala Desa. Karena desa sekarang tidak seperti dulu yang anggarannya sangat terbatas,” tegas Gubernur.

Usai menyampaikan sambutan, Gubernur berfoto bersama para tim sepakbola yang akan bertanding, sempat kesulitan berjalan karena ribuan warga yang sudah menunggu sejak siang, meminta untuk foto bersama mengabadikan momen yang belum pernah mereka dapatkan sebelumnya sebagai warga pesisir sekaligus pelosok. (***)

Editor: suef/haslan

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *