Presiden Buka HMPI Di Yogyakarta, Tengku Erry Tanam Pohon Nangka

263 0

YOGYAKARTA (tengkuerrynuradi.com) : Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) membuka acara Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) 2017 di bukit karst, Desa Karangasem, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, Sabtu (9/12/2017).

Bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurabaya, ikut juga menanam pohon Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi. Tengku Erry menanam pohon nangka di perbukitan karst tersebut. Hadir tuan rumah Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Dalam sambutannya, Jokowi menyoroti laporan anggaran untuk penanaman pohon yang selalu habis dari tahun ke tahun. Presiden berharap program penanaman pohon tidak hanya berlangsung formalitas saja. “Bertahun-tahun melakukan rutinitas, hal-hal yang monoton yang tidak pernah kita ubah,” sebut Jokowi.

Jokowi juga menyebutkan kalau selama ini dalam laporan yang masuk kepada dirinya selalu disebutkan bahwa pemerintah telah melakukan menanam miliaran pohon. Namun kenyataan di lapangan, menurutnya pohon yang berhasil hidup jumlahnya tidak banyak. “Angka itu, satu juta, satu miliar (pohon itu) apa? Saya lebih senang angka-angka yang real,” tutur Jokowi.

Oleh sebab itu, setelah dilakukan penanaman pohon pihaknya meminta supaya petugas rutin mengecek. Supaya pohon yang sudah ditanam tidak mati dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat. “Bertahun-tahun anggaran kita (menanam pohon) habis. Mana yang sudah hijau?” ucapnya.

Hal senada juga dikatakan Tengku Erry Nuradi usai mengikuti acara. Erry juga mengingatkan Kadis Kehutanan Sumut dan jajaran di kabupaten/kota serta masyarakat harus rutin mengecek. “Benar tidak pohon yang ditanam jumlahnya bertambah dan harus dijaga agar tidak mati,” ucap Erry.

Untuk itu, Erry kembali mengingatkan agar seluruh komponen masyarakat menggalakkan gerakan menanam pohon. “Dengan adanya pohon yang kita tanam ini, mudah-mudahan akan mengurangi bencana yang terjadi, seperti banjir dan longsor. Sebab boleh dibilang, karena pohon yang ada di atas (hulu) semakin gundul, dan ini yang juga menyebabkan terjadinya bencana. Sehingga perlu dihijaukan kembali,” ucap Erry.

Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya menerangkan, sejak tahun 2014, 2015 dan 2016 sudah hampir 5 miliar pohon berhasil ditanam. Penanaman pohon ini dilakukan merata di seluruh wilayah. “Tahun 2014, 2015, 2016 sudah 4,22 juta hektare. Berarti kalau itu dikali 1.000 (pohon) hampir 5 miliar pohon (yang ditanam),” sebutnya.

Siti mengatakan, kegiatan ini diikuti 3 ribu warga menanam pohon sebanyak 45 ribu batang pohon seperti jati, jambu air dan akasia di lahan seluas 15 hektare di perbukitan karst. “Yang unik adalah ini bukit karst yang relatif sulit sebetulnya,” ujarnya.

Siti menambahkan ada berbagai jenis pohon seperti jati, jambu air, jamblang dan akasia. Karakteristik karst yang unik harus dilakukan pendampingan dan penempatan teknologi tepat guna.

“Nantinya akan menggunakan teknologi aqua soft teknologi memberi material menyerap air dan memberi air selama tumbuh selama 6 bulan ditaruh,” tutupnya. (***)

Editor: suef/haslan

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *