Bantu 149 Pesantren Di Sumut, Fakta Sejarah Besarnya Perhatian Tengku Erry

142 0

MEDAN (tengkuerrynuradi,com) : Pemberian bantuan untuk 149 pesantren se-Sumatera Utara (Sumut) oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dinilai sebagai momentum sekaligus catatan sejarah besarnya perhatian Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi kepada lembaga pendidikan berbasis keagamaan tersebut.

“Kami memahami begitu besarnya perhatian pemerintah provinsi kepada pondok pesantren yang ada di Sumut ini. Dengan begitu, bantuan ini bisa dirasakan dan bermanfaat bagi penyelenggaraan pendidikan di Sumut,” ujar Ketua Badan Silaturahim Pondok Pesantren se-Sumut (BSPPSU), Yulizar Parlagutan Lubis dalam sambutannya di acara Silaturahim dan Jamuan Makan bersama pimpinan pondok pesantren se-Sumatera Utara di rumah dinas Gubernur di Medan, Jumat (22/12/2017).

Begitupun, bantuan yang diberikan, kata Yulizar, tentu harus melalui proses administrasi yang jelas. Karena itu, pihaknya telah meminta pimpinan pondok pesantren untuk mempersiapkan segala keperluan yang wajib dipenuhi penerima bantuan.

“Kita paham, semuanya ada proses, tidak bisa langsung diberikan Pemprov begitu saja. Tetapi yang terpenting adalah, perhatian ini sebagai bukti, bentuk perhatian Gubernur Tengku Erry kepada pondok pesantren di Sumut,” sebut pria yang akrab disapa Puli ini.

Selain itu, bantuan senilai total Rp8,5 miliar tersebut kata Puli, adalah yang pertama sejak sepuluh tahun lalu diberikan secara menyeluruh kepada pesantren se-Sumut, dengan jumlah yang lima kali lebih kecil dibandingkan saat ini. Bahkan dirinya berharap, kepemimpinan Tengku Erry Nuradi bisa berlanjut agar pada 2019 mendatang, bantuan serupa bisa diberikan hingga dua kali lipat besarnya dari saa ini.

“Berapa lama kita tidak diperhatikan, tetapi saat ini bantuan untuk pesantren benar-benar dibantu. Awalnya saya kira ini hanya lip service saja, hanya empat atau lima pondok pesantren. Ternyata ada 149 pondok pesantren yang dibantu,” jelasnya.

Selain itu, Puli juga meminta Pemprov melalui instansi terkait pemberian dana bantuan hibah ini, bisa memberikan semacam pelatihan atau sosialisasi perihal syarat yang harus dilengkapi agar dana APBD yang digelontorkan, bisa diterima sesuai aturan yang berlaku. Apalagi regulasi menurutnya, kerap berubah seiring tuntutan kebutuhan pembangunan.

“Ini fakta sejarah, sehingga kita juga harus jujur, mana pemimpin yang perhatian kepada pondok pesantren di Sumut. Jadi bantulah kami agar bisa bersiap melengkapi syarat administrasi untuk bantuan berikutnya di 2019 yang kita harapkan, jumlahnya bisa naik, dari Rp50 juta menjadi Rp100 juta untuk tiap pondok pesantren,” kata Puli.

Menanggapi itu, Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi menyampaikan bahwa bantuan ini sebagai bentuk komitmen Pemprov Sumut dengan pondok pesantren untuk bisa memberikan perhatian. Meskipun menurutnya, jumlah yang diberikan tidak begitu besar. Namun pada dasarnya, Erry menyebutkan bahwa hal ini adalah bukti kebersamaan.

“Walau tidak besar, kami berkomitmen, Insya Allah pada 2019 mendatang, jika kami masih bersama rakyat, bantuan itu akan direalisasikan untuk pondok pesantren dan harus lebih besar dari yang sekarang. Minimal 2 kali lipat,” jelas Erry.

Apalagi, lanjut Gubernur, selama dua tahun terakhir, perhatian Pemprov Sumut kepada perkembangan dunia pendidikan seperti ini, mulai terlihat dari berbagai prestasi di ajang perlombaan tingkat Nasional seperti MTQ Nasional, Musabaqah Qiroatul Kutub serta dijadikannya Sumut sebagai tuan rumah penyelenggaraan MTQ-N 2018 yang pertama sejak 1971 atau 47 tahun silam.

“Dunia ini terus berkembang, dan kita harus siap menghadapi tantangan zaman. Karena itu, kami ingin terus berbuat untuk kemaslahatan masyarakat banyak, khususnya masalah keummatan,” kata Erry.

Sementara itu, Plt Kakanwil Kemenag Sumut Tengku Darmansah mengapresiasi perhatian Gubernur Sumut HT Erry Nuradi kepada dunia pendidikan Islam. Pihaknya merasa terbantu dengan berbagai hibah yang diberikan Pemprov Sumut.

“Kami sangat terbantu, karena terbatasnya anggaran yang ada di Kanwil Kemenag. Karena perhatian itu juga, kami memperoleh penghargaan sebagai embarkasi terbaik. Ini semua berkat bantuan Gubernur,” katanya.

Dalam kegiatan itu, Gubenur menyerahkan secara simbolis bantuan untuk 149 pondok pesantren yang diwakili 10 pimpinan ponpes se-Sumur. Hadir diantaranya Kabiro Binsos Muhammad Yusuf. (***)

Editor: suef/haslan

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *