Gubernur Apresiasi Pekan Bumi Nasional Diperingati Di Sumut

258 0

MEDAN (tengkuerrynuradi.com) : Peringatan Hari Bumi yang jatuh tanggal 22 April seharusnya tidak hanya menjadi perhatian bagi pecinta lingkungan, tapi perhatian bagi seluruh masyarakat.

Oleh karena itu, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi mengapresiasi Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) yang akan menggelar kegiatan Peringatan Pekan Bumi tanggal 21-26 April 2018 mendatang. Apalagi, Sumut ditunjuk menjadi tuan rumah dalam perhelatan nasional tersebut.

“Kami sangat gembira karena secara nasional kegiatan ini digelar disini, sehingga secara tidak langsung dapat mengangkat nama baik Sumatera Utara (Sumut),” ujar Gubsu Erry Nuradi saat menerima kunjungan pengurus Walhi di kantor Gubsu, Rabu (7/3/2018).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Dewan Daerah Walhi Sumut, Surya Adinata, Kepala Departemen Kajian, Pembekalan dan Hukum Lingkungan Walhi Pusat, Zenzi Sutadi, serta pengurus Walhi Sumut lainnya. Turut mendampingi Gubsu, Staf Ahli Gubsu bidang Hukum Politik dan Pemerintahan, Nouval Mahyar, Kadis Infokom Provsu, M Fitriyus, Sekretaris Dinas Kehutanan, Puji Hartomo, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup, Siti Bayu Nasution serta Kabag Humas Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu Indah Dwi Kumala.

Lebih lanjut dikatakan Erry, ketika dirinya menjadi Bupati Sergai selama delapan tahun, setidaknya ada lima kali peringatan Hari Bumi ini digelar di Pulau Berhala. “Saya masih ingat setidaknya ada lima kali kegiatan hari Bumi pernah digelar di Pulau Berhala, seperti melepas penyu serta kegiatan lainnya,” kata Erry.

Menurut Erry, hari bumi ini sangat perlu diperingati, dengan begitu maka kita bisa tetap dapat terus melestarikan dan menjaga lingkungan. “Kita bisa melihat di negara lain harusnya bulan Maret sudah memasuki musim semi, tapi nyatanya masih mengalami musim dingin. Oleh karena itulah seluruh dunia memperhatikan persoalan lingkungan ini,” terang Erry.

Dalam kesempatan itu, Erry juga mengatakan, pertemuan dunia yang membahas persoalan lingkungan yang selama ini digelar rutin setiap tahun, diawali dan digagas dari Sumut yakni dari pertemuan Lake Toba Summit. “Sumut penggagas pertemuan tersebut karena pertemuan itu diawali dari Lake Toba Summit, jadi cikal bakalnya dari Sumut,” papar Erry.

Sebelumnya, Dewan Daerah Walhi Sumut, Surya Adinata mengatakan, Peringatan Pekan Hari Bumi ini akan digelar se Indonesia di Sumut dan diikuti Walhi dari 28 provinsi di Indonesia. Lebih lanjut dikatakannya, pada tanggal 21 April 2018 akan digelar rangkaian seremoni dan pameran produk masyarakat komunitas di Lapangan Merdeka Medan.

Pada tanggal 22 April 2018 digelar karnaval hari bumi yang akan diikuti sebanyak 2.500 orang dan dihadiri Presiden RI serta Menteri Lingkungan Hidup. Tanggal 23 April 2018 akan digelar pameran dan pembukaan workshop nasional dan direncanakan akan digelar di Aula Raja Inal Siregar di Kantor Gubsu.

“Selanjutnya tanggal 24-26 April 2018 akan digelar dialog dengan masyarakat yang kita rencanakan digelar di Danau Toba atau Brastagi. Selain itu, juga akan digelar Field Trip Jurnalis di Kabupaten Sergai. Kita memilih Sergai karena lingkungan Sergai kita anggap baik, di sisi lain juga ada jejak Gubsu di Sergai,” terang Surya.

Kepala Departemen Kajian, Pembekalan dan Hukum Lingkungan Walhi Pusat, Zenzi Sutadi yang juga Ketua Panitia Peringatan Pekan Bumi 2018 menambahkan, dalam kegiatan ini nantinya juga akan dilakukan MoU dengan Gubsu terkait transparansi perizinan sektor Mineral dan Batubara (Minerba) di Sumut. (***)

Editor: suef/haslan

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *