Gubernur Harapkan Sister Province Australia – Sumut Terbangun

309 0

MEDAN (tengkuerrynuradi.com) : Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi berharap agar terjalin kerjasama Sister Province (Provinsi Kembar) antara Sumatera Utara (Sumut) dengan satu dari sekian banyak negara bagian di Australia. Dengan begitu, hubungan keduanya akan semakin dekat.

“Dengan terbangunnya Sister Province, akan terjalin juga kerjasama dalam berbagai bidang,” cetus Tengku Erry saat menerima kunjungan perwakilan kedutaan Australia di Jakarta, Boyd Whalan selaku Sekretaris Dua Bidang Politik di ruang kerja Gubsu, lantai 10 kantor Gubsu di Medan, Rabu (21/3/2018).

Dalam kunjungan itu, Gubsu Erry Nuradi didampingi Staf Ahli Bidang Hukum Politik dan Pemerintahan Nouval Mahyar, Kepala Biro Otonomi Daerah dan Kerjasama Basarin Tanjung dan Kepala Bidang Politik, Badan Kesbangpol Sumut Ahmad Firdaus Hutasuhut.

Disampaikan dalam pertemuan tersebut, bagaimana perkembangan perpolitikan di Sumut yang tengah memasuki tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), serta tentang potensi pariwisata yang menjanjikan baik dari sisi sebagai wisatawan maupun untuk investasi.

“Mudah-mudahan informasi ini dapat diterima secara utuh karena kedatangan perwakilan Kedubes Australia untuk bisa menjalin kerjasama antara kedua negara ini. Kita juga berharap kerjasama yang selama ini sudah terjadi dapat terus dilanjutkan,” ucap Tengku Erry.

Sementara, Sekretaris Dua Bidang Politik Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Boyd Whalan mengaku bangga dan merasa pertemuan dengan Gubsu Tengku Erry Nuradi merupakan satu kerhormatan. Kedatangannya ke Sumut adalah dalam rangka mewakili Dubes Australia dalam rangka melanjutkan silaturahim yang sudah terjalin selama ini.

“Sekarang akan datang Dubes baru dan beliau juga akan terus menjalin hubungan erat dengan provinsi-provinsi di Indonesia, khususnya dengan Sumut,” katanya.

Sebelumnya, dalam kunjungan Gubsu ke Melbourne dan Victoria, Australia, juga telah dibahas soal tawaran negara tetangga itu dalam bidang peternakan, khususnya untuk program penggemukan sapi.

Hal ini mengingat Australia merupakan pemasok sapi hidup dan daging beku utama ke Indonesia. Bahkan untuk harganya juga masih bisa bersaing dengan yang ada di dalam negeri. Sehingga sistem yang produktif dapat menjadi contoh untuk diterapkan di Indonesia. (***)

Editor: suef/haslan

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *