Menteri ESDM Dan Gubsu Terima 35 Inspektur Tambang Migas Di Kualanamu

306 0

MEDAN (tengkuerrynuradi.com) : Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi mendampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menerima 35 inspektur tambang dan migas yang merupakan pegawai di Kementerian ESDM sebelum bertolak ke Jakarta dari Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (20/3/2018).

Rombongan pegawai negeri sipil (PNS) dari provinsi dan kabupaten/kota ini menjadi pegawai negeri di Kementerian ESDM, setelah keluarnya Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014.

Gubsu Erry Nuradi mengatakan, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014, ada beberapa pegawai yang ditarik ke pusat dan ada juga yang ditarik menjadi pegawai provinsi dari kabupaten/kota.

Dari provinsi ada juga beberapa inspektur tambang dan inspektur migas yang ditarik menjadi pegawai di pusat (Kementerian ESDM), sementara di pusat sendiri belum ada anggaran untuk bidang itu. “Ini sama dengan jembatan kita yang ditarik ke pusat dan terkendala dengan belum ada anggaran,” ujar Erry.

Dalam pertemuan tersebut, para inspektur menyampaikan kepada Menteri ESDM agar memperhatikan situasi mereka pasca peralihan tersebut.

Gubsu Erry juga mempersilahkan para inspektur untuk memilih. “Jika memang masih mau menjadi pegawai daerah (provinsi), silahkan. Kalau mau menjadi pegawai pusat, sampaikan kepada Pak Menteri ESDM,” tutur Erry.

Tetapi menurut Erry, menjadi pegawai pusat lebih memiliki tantangan lebih menarik. “Karena wilayahnya cukup luas dari Sabang sampai Merauke,” sebut Erry.

Dalam kesempatan itu, Menteri ESDM Ignasius Jonan menerima para inspektur tersebut sesaat sebelum keberangkatan dirinya kembali ke Jakarta usai kunjungan kerjanya ke Kabupaten Karo.

Menteri sependapat dengan yang disampaikan Gubsu. Para inspektur masih diberi kesempatan untuk memilih. “Kementerian ESDM sedang menyusun anggaran untuk ini. Kepada para inspektur masih ada kesempatan untuk memilih,” sebut Jonan.

Sementara itu, Plt Kadis ESDM Provsu Ir Zubaidi mengatakan, sebanyak 29 inspektur tambang dan 6 inspektur migas bertemu dengan Menteri ESDM sebelum bertolak pulang ke Jakarta. “Mereka menyampaikan keluhan mereka pasca peralihan status kepegawaian mereka dari status PNS Provinsi menjadi pegawai pusat,” ujarnya.

Dikatakan Zubaidi, sebagian inspektur tersebut sementara masih berkantor di Dinas Pertambangan dan Energi, walaupun mereka pegawai pusat. “Mereka mendapatkan gaji, tunjangan kinerja (tukin). Namun mereka belum dianggarkan oleh pusat untuk pengawasan,” ujar Zubaidi. (***)

Editor: suef/haslan

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *