UNBK Meningkat, Tahun Depan Gubernur Optimis Jangkau Seluruh Sekolah Di Sumut

166 0

MEDAN (tengkuerrynuradi.com) : Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi mengapresiasi sekolah yang mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) meningkat dari tahun-tahun sebelumnya.

Tengku Erry pun minta tahun depan agar jangkauan UNBK sampai ke sekolah-sekolah pedesaan yang jauh dari ibukota kabupaten di Sumut.

“Kebanyakan siswa yang belum bisa mengikuti UNBK ini adalah siswa di sekolah-sekolah yang jauh dari ibukota Kabupaten, yang dari segi infrastruktur belum memadai. Ini adalah tantangan yang harus kita perbaiki di masa depan,” tandas Erry ketika meninjau pelaksanaan UNBK di di SMA Negeri 1 Medan, Senin (9/4/2018).

Sebanyak 942 dari 1.032 SMA di seluruh Sumut sudah melaksanakan UNBK. Untuk MA, 363 juga sudah melaksanakan UNBK dari total 458 MA yang ada di Sumut. Begitu pula SMK, 889 dari 929 SMK telah melaksanakan UNBK.

“Untuk tingkat sekolah, rata-rata sudah di atas 90 persen. Ini merupakan prestasi luar biasa dibandingkan dengan dua tahun lalu. Kedepannya, kita terus berupaya untuk capai 100 persen,’’ sebut Tengku Erry.

Tidak hanya berjalan lancar dan tertib, jumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) pelaksana Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sumatera Utara (Sumut) juga meningkat pesat tahun ini. Pada tahun pertama UNBK 2016, jumlah sekolah yang ikut berpartisipasi hanya berkisar 90-an sekolah. Sedangkan tahun ini, jumlah sekolah meningkat menjadi 942 sekolah.

Dari jumlah siswa yang terlibat UNBK, Tengku Erry mengatakan 113.000 dari 119.598 siswa SMA di Sumut sudah mengikuti UNBK. Hanya 5.04 persen saja yang masih mengikuti Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP) atau setara dengan 6027 siswa. Untuk MA, 22.346 dari 27.157 siswanya sudah mengikuti UNBK.

Erry menilai, banyak aspek positif dari pelaksanaan UNBK ini. Selain siswa bisa lebih melek teknologi, UNBK juga dinilai lebih transparan, mudah, murah, dan efisien pelaksanaannya. “Kalau sekarang, tidak ada lagi istilah-istilah bocor soal dan kecurangan-kecurangan dalam pelaksanaan UN. Nilai tidak bisa dimanipulasi karena semua langsung terkoneksi dengan server di pusat,” jelasnya.

Di masa depan, Gubsu Erry berharap sistem online dan pemberdayaan sistem informasi dan komunikasi disektor pendidikan ini akan lebih luas lagi penggunaannya. Tidak hanya UNBK dan penerimaan peserta didik, sistem evaluasi dan kenaikan pangkat guru-guru juga akan diupayakan memakai sistem online.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provsu Arsyad Lubis mengapresiasi Gubsu Erry atas langkah dan dukungan yang dilakukan untuk meningkatkan pelaksanaan UNBK.

“Sesuai dengan UU No. 23 tahun 2014 yang mulai diberlakukan sejak 1 Januari 2017, seluruh sekolah lanjutan tingkat atas, SMA, MA, SLB, SMK itu diserahkan pengelolaannya kepada pemprov. Sejak diserahkan ke Pemprov, sekolah pelaksana UNBK meningkat pesat jumlahnya,” pungkas Arsyad.

Kepala Sekolah SMA N 1 Drs Suhairi MPd juga setuju bahwa UNBK 2018 berjalan tertib dan lancar, khususnya di sekolahnya. “UNBK tahun 2018 ini kendalanya tidak ada. Semua sudah tercover dengan baik. Jumlah siswa 469 kita akomodasi dengan 200 jumlah komputer dan dibagi menjadi 3 sesi,” ungkap Suhairi.

Selain SMAN 1 Medan, Gubsu yang didampingi oleh Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu Ilyas Sitorus dan Kabid Pembinaan SMA Disdik Provsu Hj. Hamidah Pasaribu juga menyempatkan meninjau ke beberapa sekolah lainnya di Medan. Diantaranya, SMA Methodist 1 Medan, SMA Sutomo 1 Medan, MAN I dan II Medan. (***)

Editor: suef/haslan

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *