Erry Ibaratkan Pengembangan Pariwisata Seperti Ayam Dan Telur

368 0

MEDAN (tengkuerrynuradi.com) : Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi mengibaratkan bahwa pengembangan pariwisata seperti pilihan antara telur dan ayam, mana yang lebih dahulu ada. Karena itu dirinya menekankan pentingnya berbagi tugas sesuai kemampuan dan bidang masing-masing.

Hal itu disampaikan Tengku Erry usai menjamu makan malam pelaku pariwisata dan stakeholder di Sumut, serta investor dari negara tetangga di Rumah Dinas Gubernur Jalan Jenderal Sudirman Medan, Senin (9/4/2018).

Dalam pertemuan sederhana dan dialogis itu, Erry menyampaikan bahwa pengembangan pariwisata di Sumut, selama tiga tahun terakhir mulai digenjot. Hal tersebut mengingat banyak tempat wisata yang potensial dan beragam.

Mulai dari segi keindahan, warisan budaya (heritage), kuliner, religi (rohani), dan agro (pertanian). Karenanya, keputusan tepat menjadikan sektor ini sebagai andalan pemasukan bagi keberlangsungan ekonomi khususnya bagi masyarakat.

Beberapa negara maju di Eropa dan Asia, menjadikan sektor pariwisata sebagai andalan utama untuk devisa negaranya. Karena itu, langkah tepat ketika Presiden meminta agar banyak turis datang ke Indonesia dengan memperkenalkan 10 ‘Bali Baru’ termasuk Danau Toba sebagai ikon wisata Sumut.

“Negara-negara di Asia, khususnya Malaysia dan Singapura, mereka begitu gencar mempromosikan pariwisata kepada dunia internasional. Karenanya tidak ada kata lain, kita harus kerja sama. Pemerintah menyediakan sarana dan prasarana, infrastruktur dan harus didukung sumberdaya manusia (SDM) yang baik,” sebut Erry.

Mengatasi stagnasi yang selama ini terjadi di pariwisata Sumut, diibaratkan seperti mempersoalkan ayam dan telur, mana yang lebih dahulu ada. Satu diantaranya adalah tingginya biaya pendaratan pesawat (landing fee) asing di Kualanamu adalah yang termahal di Indonesia. Sehingga hal ini akan menjadi masukan untuk disampaikan kepada pihak Angkasa Pura.

“Semua ini seperti ayam dan telur. Oleh karena itu kita harus duduk bersama. Kita harus majukan pariwisata ini dengan kemampuan masing-masing, saling bagi tugas. Termasuk juga para pendamping wisatawan (pelayanan),” jelas Erry.

Dari segi tempat, menyebutkan Sumut tidak kalah dengan provinsi dan bahkan negara lain di dunia. Bahkan dibawah kepemimpinannya, Pemprovsu sudah menyiapkan buku informasi 100 Destinasi Wisata di Sumut.

Mulai dari museum (21 museum), pantai yang indah, cagar budaya dan sebagainya, yang perlu dikembangkan dan dipromosikan. “Makanya tugas pemerintah mempromosikan, dan membangun infrastruktur. Beberapa jalan kita perbaiki. Seperti jalan lingkar Danau Toba dan beberapa tempat yang kita perbaiki,” ungkapnya.

Menurut Erry, turis mancanegara biasanya merencanakan liburan setahun sebelumnya dan melihat apa saja agenda wisata yang ada di negara-negara lain seperti Indoensia. Apalagi 33 kabupaten/kota melalui even hari jadi, ditambah lagi even lainnya bisa dilaksanakan secara terjadwal setiap tahun, bisa dikemas ke dalam kalender even.

“Ini adalah masa depan yang baik bagi Sumut. Tinggal bagaimana kita bekerja sama. Kita bisa promosi bersama, tidak perlu (selalu) bicara anggaran. Kita harus bergandengan tangan untuk itu,” sebut Erry, yang juga sempat menyumbangkan suaranya di sela jamuan makan tersebut.

Dengan pertemuan tersebut, Erry pun menyambut baik, bahkan menekankan pentingnya pertemuan berkala, termasuk melibatkan instansi terkait seperti kementerian perhubungan, bea-cukai, imigrasi dan lainnya yang punya hubungan vertikal ke pemerintah pusat. Sehingga koordinasi menjadi titik penting dalam membangkitkan kembali gairah pariwisata di Sumut.

Sementara Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Sumut Hidayati menyampaikan bahwa pertemuan bersama stakeholder dan pelaku pariwisata di Sumut merupakan bagian dari upaya memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pengembangan sektor ini. “Kami sudah membangun komitmen bersama. Dengan adanya sinergitas ini, kami mengharapkan bisa mengidentifikasi permasalahan dan juga melakukan strategi pengembangan pariwisata Sumatera Utara,” sebutnya.

Pihaknya juga, kata Hidayati, telah menggabungkan semua usulan bersama agar anggaran pemerintah berbasis kebutuhan sesuai dengan kendala yang harus diselesaikan. “Kami terus berupaya bagaimana bisa mencapai target satu juta kunjungan wisatawan ke Sumut hingga 2019,” sebutnya.

Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Solahudin mengatakan, rapat koordinasi terkait pengembangan pariwisata Sumut oleh Disbudpar telah memberikan berbagai masukan penting. Diantaranya pemerataan perbaikan infrastruktur, sehingga mereka bisa menyusun paket wisata menuju berbagai objek wisata.

Selanjutnya adalah promosi langsung ke negara-negara lain, seperti mengikuti agenda pertemuan pariwisata. Dengan begitu, upaya tersebut harus dilakukan terus menerus. “Selanjutnya adalah peningkatan kualitas even. Perlu peningkatan konten dan kualitas. Kemudian kita juga butuh semacam souvernir center (pusat souvenir). Selain itu juga perlu ada open stage yang terus menerus,” katanya, sekaligus mengapresiasi perhatian besar Gubernur terhadap pengembangan pariwisata Sumut selama ini.

Dalam kegiatan itu, juga disampaikan rencana investor Malaysia membangun kapal wisata sekaligus berfungsi sebagi hotel dengan nuansa tradisional dan eksklusif. Kapal tersebut akan melayani perjalanan wisata di Danau Toba dalam rangka mengundang wisatawan mancanegara datang ke Sumut.

Turut hadir, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Bondaharo Siregar, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Amran Utheh serta berbagai asosiasi di bidang pariwisata di Sumut. (***)

Editor: suef/haslan

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *