Tengku Erry Ziarah Dan Hadiri Paripurna 70 Tahun Provinsi Sumut

36 0

MEDAN (tengkuerrynuradi.com) : Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Nurhajizah Marpaung serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) berziarah ke Makam Pahlawan, Senin (16/4/2018). Rangkaian peringatan HUT ke-70 Provsu ini bertujuan untuk mengenang jasa para pendahulu.

Ziarah juga dilakukan di komplek pekuburan Masjid Raya Al Mashun Medan. Karena disinilah para tokoh dan mantan Gubernur Sumut disemayamkan. Mereka telah banyak jasa-jasanya untuk daerah ini, sehingga masyarakat Sumut berkembang seperti hari ini.

Gubsu Erry pada kesempatan itu mengatakan, kegiatan ini untuk mengenang jasa-jasa para pendahulu yaitu tokoh dan mantan Gubsu terhadap Sumut. Hal-hal baik yang telah dilakukan oleh para pendahulu untuk Sumut, tentu sebagai generasi penerus akan mempertahankanya.

“Sebagai penerus tongkat estafet kepemimpinan kami akan berusaha untuk meningkatkan hal-hal lain untuk kebaikan Sumatera Utara. Dan kepada pemimpin Sumatera Utara selanjutnya agar terus malanjutkan program-program untuk kebaikan Sumatera Utara dan Sumatera Utara yang lebih baik lagi di masa mendatang,” katanya, di sela-sela ziarah yang juga diikuti para kepala OPD Provsu itu.

Kepada ASN, Gubsu berpesan agar menjauhi hal-hal yang tercela, seperti yang telah dilakukan pada masa lalu. Karena, saat ini zaman sudah berbeda. Saat ini ASN harus terus meningkatkan kinerjanya terutama dalam pelayanan kepada masyarakat. “Kemarin itu zaman sudah berbeda. Saat ini kita harus berbuat lebih baik dari masa lalu. Dan hari esok harus lebih baik lagi dari hari ini,” ujarnya.

ASN, kata Gubsu Erry, juga harus terus mengingat dan menghormati jasa-jasa pendahulunya yang telah berjasa dan berkorban demi Provinsi Sumatera Utara, khususnya. “Karena tidak mungkin kita bisa seperti ini tanpa jasa dan pengorbanan para pendahulu,” sebutnya.

Pada kesempatan itu, Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman mengharapkan pada HUT ke-70 Provinsi Sumatera Utara menjadi pelajaran bagi generasi penerus, khususnya kepada para pemimpin di Sumut untuk terus meningkatkan kinerja agar masyarakat di daerah lebih baik ke depan.

“Diharapkan nantinya masyarakat tinggi harapannya kepada pelaksana pemegang kendali pemerintahan ini, khususnya pemerintahan Provinsi Sumatera Utara. Sehingga masyarakat bisa merasakan yang terbaik dan lebih sejahtera di masa-masa yang akan datang,” ujar Wagirin.

Usai berziarah, Gubernur dan rombongan mengikuti rapat paripurna istimewa DPRD Sumut di gedung DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Medan, juga dalam rangka HUT ke-70 Provsu.

Gubernur menyampaikan bahwa pembangunan Sumut sudah sesuai dengan visi dan misi, diantaranya penerapan sistem elektronik. Diantaranya, pelaksanaan e-government, e-planning, e-budgeting, e-project planning, e- procurement, e-delivery, e-payment, e-controlling dan e-performance.

“Upaya-upaya yang dilakukan merupakan bagian dari kesungguhan kami dalam mendorong terwujudnya good governance dan clean government, meningkatkan SDM dan daya saing berkesinambungan,” jelasnya.

Selain itu, Gubsu menyampaikan kemajuan pembangunan pada sektor pertanian mengalami surplus 1,70 ton sepanjang tahun 2017, begitu juga dengan kondisi listrik yang kini surplus sebesar 16 persen atau sekitar 300 megawatt dari beban puncak 1.610 megawatt. Begitu juga dengan infrastruktur dan sektor lainnya.

Meski ada beberapa sektor belum tercapai seperti bandar udara di sejumlah daerah, diharapkan bisa tercapai untuk meningkatkan kesejahteraan warga Sumut. “Pencapaian itu semua tak terlepas dari dukungan DPRD Sumut sebagai lembaga legislatif juga pemerintah pusat, serta seluruh masyarakat Sumut,” jelasnya.

Sementara, Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman mengatakan, sesuai dengan hasil rapat kerja lembaga yang terangkum dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda), DPRD Sumut akan membahas 23 rancangan peraturan daerah (ranperda) selama tahun 2018.

Dari jumlah itu, ada Ranperda yang menjadi prioritas dan dianggap terpenting, yakni tentang fasilitas pencegahan dan penyalahgunaan narkoba, tentang keolahragaan, tentang ketenagakerjaan, tentang penyandang disabilitas, serta Ranperda tentang perlindungan perempuan dan anak dari tindak kekerasan.

Untuk menyukseskan pembahasan, pihaknya mengharapkan pada kalangan perguruan tinggi, ahli ilmu hukum, budayawan, pemerhati sosial, ormas untuk dapat memberikan gagasan dan pokok pikiran.

“Gagasan, masukan, dan pokok pikiran tersebut sangat diperlukan untuk memperkaya materi dalam penyusunan naskah akademik pada penyusunan Ranperda,” ujar Wagirin.

Menurut Wagirin, pengutamaan lima Ranperda tersebut karena berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat, terutama tentang fasilitas pencegahan dan penyalahgunaan narkoba. Berdasarkan data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumut, terdapat sekitar 350 ribu pengguna atau 2,5 persen dari jumlah penduduk provinsi tersebut.

Dari aspek usia, pengguna narkoba di Sumut tersebut hampir menyeluruh, mulai usia 10 tahun hingga 59 tahun dan menempatkan Sumut sebagai salah satu daerah rawan penyalahgunaan narkoba. “Bahkan ada pelajar Kelas 5 SD yang ditemukan menggunakan sabu-sabu,” katanya.

Kondisi yang lebih memperihatinkan, dari data BNN itu juga diketahui bahwa 27 persen pengguna zat berbahaya bagi kesehatan itu adalah pelajar dan mahasiswa, yang merupakan usia produktif dan calon penerus bangsa.

Berbagai fenomena negatif tersebut tidak dapat dipungkiri telah memberikan dampak pada penegakan hukum, budaya, keamanan, dan stabilitas pertahanan negara. Hadir pada paripurna istimewa HUT 70 Provsu, para OPD Provsu, Forkopimda dan mantan Gubernur Syamsul Arifin serta sejumlah mantan Sekdaprovsu. (***)

Editor: suef/haslan

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *