Tengku Erry Pimpin Peringatan Hari Nusantara Di Batu Bara

291 0

BATU BARA (tengkuerrynuradi.com) : Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi memimpin upacara Peringatan Hari Nusantara ke-18 tingkat Provinsi Sumut Tahun 2017 di Pantai Sujono, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batubara, Kamis (21/12/2017).

Erry dalam kesempatan itu mengajak seluruh komponen masyarakat terutama nelayan agar senantiasa menjaga dan merawat laut. Sebab 75 persen wilayah Indonesia merupakan laut. Laut yang luas tersebut memiliki kandungan potensi yang luar biasa berupa ikan, terumbu karang rumput laut, hutan bakau, bahkan sumber energi yang dapat dibangkitkan dari gelombang pasang surut air laut dan dapat menjadi alternatif bagi sumberdaya di daratan yang sudah semakin terbatas.

“Selain bertujuan untuk mengingat kembali tentang jati diri Bangsa Indonesia sebagai Bangsa Bahari yang hidup di negara kepulauan bercirikan nusantara, momen Hari Nusantara juga di maksudkan untuk mengubah mindset terhadap ruang juang dari matra darat menjadi matra laut serta meningkatkan pemahaman wawasan kelautan kepada masyarakat,” ucap Tengku Erry.

Hal ini tentunya ditujukan untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mampu mengelola potensi sumberdaya alam laut bagi kesejahteraan masyarakat, sebagaimana visi pemerintah yang ingin menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

Laut juga, kata Erry, merupakan sumber mata pencaharian nelayan kita. Sumber daya ikan semakin melimpah dan dapat dinikmati oleh seluruh nelayan Indonesia. “Ini harus kita jaga bersama. Tidak hanya masalah pencurian ikan, tetapi keasrian terumbu karang, ikan-ikannya, abrasi laut juga kita jaga, jangan sampai itu terjadi. Cintai dan jaga laut kita,” tandas Erry.

Hadir disitu Forkominda, mewakili Danlantamal I Belawan, Kepala Syah Bandar Pangkalan Dodek, SKDP Kab. Batubara, Kadis Kelautan dan Perikanan Sumut Zonny Waldi, Kadis Kominfo Fitriyus, Kadis Pendidikan Arsyad Lubis, Kabiro Humas Keprotokolan Ilyas S. Sitorus, para Organisasi Lingkup Kelautan dan Perikanan, nelayan, serta para undangan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Tengku Erry juga menyerahkan bantuan kepada nelayan dan masyarakat dan penyerahan kartu asuransi secara simbolis.

Sebelumnya, Kadis Kelautan dan Perikanan Sumut, Zonny Waldi juga berpesan kepada nelayan yang ada di Sumut, khususnya yang ada di Batu Bara agar senantiasa untuk menjaga kondusifitas diantara sesama nelayan. Menjaga etika penangkapan ikan.

Artinya, kalau izinnya berada di jalur 1, maka ia harus menangkap ikan di jalur 1. Kalau di jalur 2, maka harus menangkap di jalur 2, jangan masuk ke jalur 1 karena di jalur satu itu adalah untuk nelayan tradisional.

“Dengan demikian, konflik antara nelayan atau konflik horizontal sesama mereka ini tidak akan terjadi lagi. Dan hal inilah yang harus senantia kita sosialisasikan kepada masyarakat kita,” sebut Zonny.

Dalam kesempatan itu, nelayan Batu Bara mengapresiasi Pemprov Sumut yang menggandeng pihak swasta untuk menampung hasil tangkapan mereka dengan harga yang jauh lebih tinggi dari sebelumnya. Selain itu, aturan pelarangan beroperasinya pukat trawl telah dirasakan manfaatnya bagi nelayan tradisional.

“Saat ini, harga jual ikan ke penampung jauh lebih tinggi dari sebelumnya. Dari harga Rp28 ribu menjadi Rp36 ribu kita dapat perkilogram,” sebut nelayan Batubara, Khairul. (***)

Editor: suef/haslan

Related Post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *